Rabu, 31 Oktober 2012

Gaji Gubernur dan Wakil Gubernur DKI (Jokowi Ahok)

Ahok.Org – Transparansi anggaran merupakan salah satu hal yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Gubernur Basuki T. Purnama (Ahok).

Setelah sebelumnya menginformasikan jumlah biaya yang dikeluarkan untuk membuat empat baju dinas, kini masyarakat luas juga bisa mengetahui berapa Penerimaan Dana Langsung Gubernur dan Wakil Gubernur (per Bulan).
Gubernur Jakarta menerima gaji pokok sebesar Rp 3.000.000/bulan sedangkan Wagub sebesar Rp 2.400.000/bulan, berikut perinciannya:
Untuk biaya lain-lain (Dana operasional*) belum diketahui (menanti SK Gubernur), nanti akan diinformasikan lebih lanjut.
*Dana operasional itu berdasarkan peraturan pemerintah Republik Indonesia Nomor 109 Tahun 2000, Tentang kedudukan keuangan kepala daerah dan wakil kepala daerah. Presiden Republik Indonesia, pd bagian keempat, biaya opeasional, pasal 9.
(1) Besarnya biaya penunjang operasional kepala daerah dan wakil. Kepala daerah propinsi ditetapkan berdasarkan klarifikasi pendapatan asli daerah sebagai berikut :
A. Sampai dengan Rp.15 milyar paling rendah Rp.150 juta dan paling tinggi sebesar 1,75%.
Untuk yang tertinggi PAD-nya terdapat pada Huruf F, Diatas Rp.500 milyar paling rendah Rp.1,25 milyar dan paling tinggi sebesar 0,15%.
Untuk dana ini belum terdapat Surat Keputusan Gubernurnya-nya, namun perhitungan sudah bisa ditebak dengan mengkalikan UANG PAD x 0.15% = bantuan operasional dll.[BTP/Sak]
untuk lebih mengetahui tentang kegiatan-kegiatan gubernur dan wagud DKI (Jokowi Ahok) langsung aja lihat sumbernya gan di www.ahok.org atau di sini

Senin, 29 Oktober 2012

Panik Mengerjar Target Proyek?

Keinginan menginjak gas sekencang-kencangnya tanpa mengetahui rute jalan yang benar, dapat menimbulkan kecelakaan fatal. Analogi kondisi di atas sering terjadi dalam proyek.

Ketika proyek dalam kondisi progress fisik terlambat sementara waktu semakin terbatas (baca : kondisi genting), cenderung memicu seorang project manager untuk panik dan tidak bisa berfikir jernih. Tekanan dari berbagai pihak, membuat semua resource digeber tanpa mempedulikan biaya, target pekerjaan semua berstatus urgent, dan tanpa konsep way out yg jelas, semua masalah menjadi prioritas.

Berikut adalah 5 Tips, ketika anda dihadapkan seperti kondisi di atas:

Buatlah Checklist. 
Jangan mengandalkan hafalan dalam kondisi anda tertekan. Hafalan hanya akan kuat apabila tidak dalam kondisi tertekan. List semua daftar item pekerjaan yang menjadi target anda. Kumpulkan semua tim di ruang rapat, untuk membantu menyusun list daftar pekerjaan yang akan diselesaikan dalam kurun waktu tertentu. Checklist yang baik adalah yang memberikan informasi, berapa lama anda punya waktu untuk mengerjakannya,atau kapan target terakhir anda harus memutuskan sesuatu, sehingga tidak berdampak pada keterlambatan.

Buat dan update master schedule anda.
gunakan microsoft project. Dengan informasi dari microsoft project, anda akan dapat mengetahui mana-mana item pekerjaan yang menjadi prioritas dan mana-mana yang bisa ditunda. Hal ini membuat anda tidak panik, karena membuat kelompok – kelompok kecil dari daftar pekerjaan yang besar, sehingga mudah untuk di manage. Akar utama dari sifat panik adalah karena merasa tidak mampu memanage sesuatu yang besar dengan baik. Sehinggan perlu dipecah-pecah sehingga manageable.

Delegasikan kepada anggota tim anda sesuai tugas dan tanggung jawabnya. 
selesaikan secara tuntas dari hari ke hari, sehingga usahakan setiap hari list pekerjaan yg diselesaikan lebih banyak dari pada list pekerjaan baru dalam hari yang sama, itu bisa mengurangi beban stress dan kepanikan.

Dalam kondisi proyek genting, review harus dilakukan setiap hari untuk meyakinkan proyek berjalan di rel yang sebenarnya.

Dan, bagaimana kita tetap disiplin dalam menjalankan apa yg sudah direncanakan menjadikan tolak ukur keberhasilan.

Kesalahan Persepsi Kurva-S


Kurva-S atau S-Curve mungkin metode perencanaan dan kendali waktu pelaksanaan proyek yang paling populer dalam perencanaan dan monitoring schedule pelaksanaan di proyek. Hampir semua proyek mensyaratkan dan telah lama menggunakan  kurva-s baik proyek Pemerintah maupun Swasta. Namun pada kenyataannya, banyak sekali kejadian dimana kurva-s tidak dimanfaatkan secara optimal dan malah sering kali salah aplikasi serta salah kaprah.

Kurva-S

s vurveApril09 150x150 Kesalahan Persepsi Kurva SKurva-S atau S-Curve adalah suatu grafik hubungan antara waktu pelaksanaan proyek dengan nilai akumulasi progres pelaksanaan proyek mulai dari awal hingga proyek selesai. Kurva-S sudah jamak bagi pelaku proyek. Umumnya proyek menggunakan S-Curve dalam perencanaan dan monitoring schedule pelaksanaan proyek, baik pemerintah maupun swasta.
Kurva-S ini secara gampang akan terdiri atas dua grafik yaitu grafik yang merupakan rencana dan grafik yang merupakan realisasi pelaksanaan. Perbedaan garis grafik pada suatu waktu yang diberikan merupakan deviasi yang dapat berupa Ahead ( realisasi pelaksanaan lebih cepat dari rencana) dan Delay (realisasi pelaksanaan lebih lambat dari rencana). Indikator tersebut adalah satu-satunya yang digunakan oleh para pelaku proyek saat ini atas pengamatan pada proyek-proyek yang dikerjakan di Indonesia.

Manfaat Kurva-S

Kepraktisan menggunakan alat ini menjadikannya sebagai alat yang paling banyak digunakan dalam proyek. Namun juga tidak sedikit proyek yang menjadikan alat ini hanya sebatas hiasan dinding ruang rapat proyek. Mungkin agar terlihat “keren” atau yang lain. Padahal manfaat dari Kurva-S ini cukup banyak disamping sebagai alat indikator dan monitoring schedule pelaksanaan proyek.

Ada beberapa manfaat lain dari Kurva-S yang dapat diaplikasikan di proyek, yaitu:
  1. Sebagai alat yang diperlukan untuk membuat EVM (Earned Value Method)
  2. Sebagai alat yang dapat membuat prediksi atau forecast penyelesaian proyek
  3. Sebagai alat untuk mereview dan membuat program kerja pelaksanaan proyek dalam satuan waktu mingguan atau bulanan. Biasanya untuk melakukan percepatan.
  4. Sebagai dasar perhitungan eskalasi proyek
  5. Sebagai alat bantu dalam menghitung cash flow
  6. Untuk mengetahui perkembangan program percepatan
  7. Untuk dasar evaluasi kebijakan manajerial secara makro

Kesalahan penggunaan dan persepsi Kurva-S

Walaupun gampang dan praktis untuk digunakan, tetap saja masih ada pelaku proyek yang salah persepsi dan salah menggunakan fitur sederhana ini. Berdasarkan pengalaman, ada beberapa hal yang saya anggap keliru dan belum lengkap dalam aplikasi Kurva-S ini, yaitu:
Anggapan bahwa progress 50% adalah tepat pada 50% waktu pelaksanaan.
Asumsi ini mengesampingkan kenyataan variasi jenis proyek atau keunikan proyek. Menurut saya ini suatu kesalahan persepsi. Contoh pada proyek gedung dimana komponen alat M/E yang cukup tinggi hingga 25% dan dipasang di akhir pelaksanaan proyek. Hal ini berarti kurva-s akan cukup landai di awal dan naik cukup tinggi di bagian akhir waktu pelaksanaan. Kurva-S akhirnya cenderung berada di progres 50% pada lebih dari 50% waktu pelaksanaan.
Persepsi yang benar adalah bahwa progres 50% belum tentu tepat pada 50% waktu pelaksanaan. Ini karena komposisi biaya dan waktu pelaksanaan tiap jenis proyek berbeda-beda. Pada suatu jenis proyek pun cukup variatif terkait lingkup pekerjaan yang dikerjakan.
Bentuk kurva harus mendekati huruf S.
Banyak pelaku proyek mempersepsikan nama kurva-s berarti grafik schedule yang terbentuk juga harus berbentuk S. Kedengaran lucu tapi ini benar-benar terjadi.
Ini juga kesalahan persepsi. Dengan alasan yang sama dengan point di atas bahwa proyek itu unit. Ada begitu banyak variasi termasuk kasus di atas. Bentuk S pada kurva adalah pendekatan.
Variasi bentuk S pada kurva-s  akan sesuai kondisi proyek yang dilaksanakan yaitu distribusi bobot, urutan pelaksanaan, durasi, lingkup, dan yang lainnya. Sehingga tidak perlu memaksakan bentuk kurva atau grafik menyerupai S pada kurva-s, walaupun pada kebanyakan kasus kurva yang terbentuk memang mendekati huruf S.
Distribusi bobot pekerjaan berdasarkan waktu untuk suatu item pekerjaan sering diasumsikan terdistribusi merata.
Kesalahan ini diakibatkan oleh pemahaman yang kurang tepat mengenai Kurva-S. Pemahaman yang dimaksud adalah bagaimana bobot didapatkan, bagaimana struktur biaya masing-masing item pekerjaan dan bagaimana pekerjaan itu dilakukan terkait urutan pelaksanaan dan durasinya.
Distribusi bobot haruslah memperhitungkan rencana volume yang akan dikerjakan dalam satuan waktu dan nilai biayanya. Pada pekerjaan struktur beton untuk gedung berlantai banyak, distribusi bobot dapat dimungkinkan untuk merata. Namun untuk kasus lain misalnya pekerjaan M/E, tidak dapat didistribusikan merata karena pada dasarnya pekerjaan M/E terdiri atas dua kelompok besar yaitu instalasi dan alat M/E. Komposisi biaya antara dua kelompok biaya tersebut berbeda signifikan. Instalasi M/E diperkirakan hanya 10% dari total biaya M/E dan alat M/E bisa mencapai 90%.
Jika dihubungkan dengan kurva-S hasil realisasi pelaksanaan, hanya menghasilkan selisih akumulatif realisasi terhadap rencana yaitu Ahead (lebih cepat) atau Behind (terlambat). Sangat jarang memanfaatkannya untuk estimasi atau forecast penyelesaian proyek.
Seperti yang dijelaskan pada paragraf sebelumnya mengenai manfaat schedule Kurva-S cukup banyak. Sayang sekali apabila pada suatu proyek, schedule Kurva-S dibuat namun tidak pernah diupdate realisasi pelaksanaannya. Proyek seakan berjalan tanpa tahu apakah mengalami keterlambatan atau sebaliknya. Tentu berbahaya menjalankan proyek tanpa kendali
Produk turunan dari kurva-s yang paling gampang adalah estimasi waktu penyelesaian proyek. Keterlambatan proyek biasanya sering dikaitkan dengan paramter waktu perkiraan penyelesaian proyek. Untuk mendapatkan parameter ini perlu mempelajari mengenai Earned Value Method (EVM).
Ahead atau Behind adalah satu-satunya alat untuk menyatakan kondisi realisasi pelaksanaan tanpa memperhatikan aspek lain.
Mungkin ini persepsi yang paling banyak terjadi. Perlu diketahui bahwa Kurva-S menyatakan realisasi pekerjaan dalam bentuk bobot atau nilai biaya yang telah dikerjakan. Dasar tersebut berarti tingkat akurasi dalam hal deviasi tidaklah benar-benar akurat.
Untuk menyatakan apakah proyek benar-benar sedang mengalami keterlambatan, diperlukan alat yang lain misalnya Critical Path Method (CPM) atau Earned Value Method (EVM). Akan tetapi untuk deviasi schedule dan realisasi yang cukup besar, indikasi dari Kurva-S sudah cukup. Pada deviasi yang kecil, perlu instrumen lain untuk menyatakan keterlambatan proyek.
Cara memprogres pekerjaan persiapan adalah berdasarkan proporsional terhadap pekerjaan fisik. Misal, jika realisasi pekerjaan fisik mencapai 40% maka progres pekerjaan persiapan juga harus 40%.
Ini salah kaprah. Pekerjaan persiapan merupakan salah satu item pekerjaan yang selalu ada dalam BQ dan Kurva-S. Pekerjaan persiapan memiliki karakteristik yaitu tergantung dengan waktu. Artinya pekerjaan ini tidak terkait dengan progres pelaksanaan. Seringpula pada aktualnya pekerjaan persiapan dilakukan lebih dulu seperti kantor direksi, jalan akses, papan nama, dan lain-lain. Cakupan pekerjaan persiapan tersebut tidak terkait dengan seberapa besar progress pelaksanaan pada item pekerjaan fisik yang lain.
Pekerjaan persiapan haruslah diprogres sesuai dengan realisasi aktual di lapangan. Hal ini karena memprogress pelaksanaan dengan Kurva-S adalah suatu tindakan yang mengakui biaya yang dikeluarkan oleh Penyedia Jasa. Memprogress adalah sama dengan mengakui biaya yang dikeluarkan. Perlu kesepakatan awal mengenai bobot progres pada item pekerjaan ini.
Cara menilai progres realisasi berbeda dengan asumsi atau cara membuat distribusi bobot masing-masing pekerjaan pada Master Schedule S-Curve.
Perbedaan yang akhirnya akan membuat deviasi dalam pelaksanaannya. Asumsi-asumsi terhadap menetapkan distribusi bobot item pekerjaan pada saat perencanaan schedule dalam Kurva-S haruslah sama dengan asumsi-asumsi yang diterapkan dalam melakukan progres realisasi pekerjaan.
Agar tidak terjadi perbedaan pendapat, maka haruslah dilakukan kesepakatan di awal. Perlu diingat bahwa distribusi bobot item pekerjaan dan ketentuan memprogres pekerjaan adalah fokus pada biaya yang dikeluarkan berdasarkan kontrak yang telah disepakati baik ditinjau terhadap BQ maupun jenis kontrak.
Percepatan dilakukan dengan mempercepat item pekerjaan yang memiliki bobot yang besar, sehingga realisasi schedule dalam waktu singkat dapat menjadi Ahead tanpa melihat aspek pekerjaan kritis.
Persepsi ini pada akhirnya akan membuat keterlambatan schedule berdasarkan Kurva-S dapat dikejar namun berdasarkan aktual waktu penyelesaian sisa pekerjaan mengalami keterlambatan karena sisa pekerjaan memiliki urutan dan ketergantungan yang membutuhkan waktu yang lama walaupun bobot yang kecil.
Dalam usaha percepatan atas keterlambatan pekerjaan, parameter yang paling penting adalah perkiraan waktu penyelesaian proyek. Percepatan hanya dapat berhasil apabila menggunakan fitur Critical Path Method yang merupakan turunan dari Bar Chart. Dengan menggunakan fitur Critical Path Method, rencana percepatan akan jauh lebih akurat.
Kesalahan dan kurang optimalnya penggunaan Kurva-S pada beberapa kasus di atas harusnya dihindari dalam rangka mencapai target waktu yang benar. Walaupun sederhana, Kurva-S cukup bermanfaat sebagai alat kendali waktu pelaksanaan di proyek. Pemahaman filosofis mengenai Kurva-S akan sangat membantu proyek untuk mencapai target waktu.
Kurva-s pada dasarnya adalah perbandingan antara rencana dan realisasi pengeluaran biaya atau lebih pada kebutuhan cash flow. Namun dapat bermanfaat dalam menyatakan apakah proyek terlambat maupun tidak. Keterlambatan yang dinyatakan dalam kurva-s tersebut sebenarnya hanyalah merupakan pendekatan sehingga memiliki akurasi yang  tidak tinggi dalam menyatakan keterlambatan proyek. Alat yang lebih baik dalam menyatakan keterlambatan proyek adalah Bar Chart dan produk turunannya yaitu Critical Path Method.
Pada proyek internasional, baik Owner maupun MK menggunakan tiga alat kendali sekaligus yaitu kurva-s, Bar Chart, dan Critical Path Method. Ketiganya digunakan dalam mencapai akurasi penilaian dan membuat program pelaksanaan proyek agar target waktu dapat tercapai. Mungkin kita perlu meniru dan mencoba mengaplikasikannya.
ProjectScheduling Kesalahan Persepsi Kurva S

10 hewan paling cerdas menurut "Animal Planet"

Ini dia Sepuluh hewan paling cerdas di Bumi menurut "Animal Planet" - Ada banyak binatang yang indah di planet kita. Para ilmuwan dan para ahli telah lama berusaha untuk menentukan siapa yang paling cerdas.
Berikut adalah Top 10 hewan paling cerdas di Bumi menurut Animal Planet

10.Tikus


Seekor tikus memiliki memori tajam dan selalu ingat rute navigasi ke tempat.
Hal ini dapat pergi lebih lama tanpa air dari pada unta dan juga bisa bertahan tanpa cedera setelah jatuh dari 15 meter.
Seekor tikus adalah binatang penasaran dan pemalu dan lebih suka melarikan diri jauh penginderaan bahaya daripada menghadapi itu

9.Gurita



Semua gurita memiliki tiga hati.
Mereka tidak memiliki tulang dan tidak akan mampu mempertahankan bentuk mereka keluar dari air.
Warna darah mereka biru.
Mereka memiliki penglihatan yang sangat baik tetapi tidak bisa mendengar.

8.Merpati



Selama Perang Dunia Pertama merpati bernama Cher Ami (Dear Friend) menyelamatkan nyawa banyak tentara Prancis dengan membawa pesan di garis musuh dalam panasnya pertempuran.

7.Tupai



Tupai kebanyakan vegetarian tapi kadang-kadang mereka memakan serangga kecil, burung kecil atau telur burung. Mereka juga suka biji, tunas pohon, buah, dll
Metode mereka dari penyimpanan makanan yang menarik. Mereka mengumpulkan kacang dan menguburkan mereka di dalam tanah sebagai penyisihan musim dingin dan mencari mereka ketika mereka membutuhkan makanan yang paling. Tupai ingat di mana mereka telah dikuburkan ini kacang sebagai memori mereka meningkat sebesar 15% di musim gugur.

6.Babi



Babi memiliki rasa berkembang dengan baik penciuman yang mereka dapat dengan mudah menemukan hal-hal bawah tanah.
Banyak ahli menganggap babi lebih mudah dilatih daripada anjing atau kucing.

5.Gagak




Gagak adalah burung bermigrasi dan berkumpul di kelompok besar untuk bermigrasi selama musim gugur dan musim dingin, karena mereka tidak tahan iklim yang keras. Sekelompok burung gagak disebut sebagai 'pembunuh'!
Mereka tidak terbatas pada habitat tertentu dan dapat dengan mudah berkembang biak dan bertahan hidup di berbagai habitat, yang meliputi pegunungan, hutan, dataran, peternakan, bidang serta daerah perkotaan modern.

4.Gajah



Untuk gajah, kecepatan berjalan rata-rata sekitar 4 mph (mil per jam). Dan mamalia memiliki kemampuan untuk berenang jarak yang lebih jauh.

3.Orang Utan



Orangutan memiliki hampir 97 persen dari DNA manusia

2.Lumba-lumba



Lumba-lumba menyenangkan dan akrobatik oleh alam, dan satu jenis tertentu dari lumba-lumba, lumba-lumba spinner, memiliki trik tersendiri. Namanya berasal dari kemampuan pemintal untuk melompat jelas air dan berputar pada sumbu longitudinal (dari kepala sampai ekor) hingga empat kali sebelum kembali menyelam ke dalam air. Ini tampilan yang menentang gravitasi dapat menjadi bentuk komunikasi

1.Simpanse

Simpanse rentan terhadap banyak penyakit manusia, seperti campak, influenza, hepatitis B, kurap dan luka dingin.
Simpanse memiliki pengetahuan tentang bekerja dengan alat.
Simpanse hidup dalam komunitas sosial dari beberapa lusin hewan, yang dikenal sebagai pasukan. Hierarki dibentuk oleh laki-laki dewasa dari sebuah komunitas, yang dipimpin oleh Alpha Male.
Simpanse berbagi lebih dari 98 persen dari DNA manusia.



Kamis, 25 Oktober 2012

Cuma Satu Lagu

Agan-agan sekalian, ane mau share satu lagu temen ane lewat blog ini nih, lagu ini ciptaan dari seseorang yang bernama "Angger" karyawan hadiprana yang mencoba mengasah bakat terpendamnya dan baru melahirkan satu lagu single dengan judul "selamat tinggal"

Klo ane dengerin lagu ini, mulai dari konsep, gaya atau iramanya mirip banget dengan grup band terkenal di indonesia yaitu "UNGU", bener ga sih gan? he... cuma klo dilihat dari temponya agak lamban dan sebenarnya akan lebih baik klo alat musiknya lengkap maksudnya lengkap disini ada rhythm,
  melodi, bass dan drummer, jadi bukan acoustic gitu. itu sih menurut pribadi ane sendiri gan, ga tau agan-agan semua menilainya seperti apa, komennya ya gan. Tapi sih overall ane kasih aplause deh buat agan angger. (prok prok prok kaya tepuk pramuka).

Langsung aja di download gan lagunya disini

 

Selasa, 23 Oktober 2012

Karakter Jujur (truthfulness)

JUJUR  : Memperoleh kepercayaan masa mendatang dengan melaporkan fakta yang benar
Apakah kejujuran?
kejujuran adalah kekonsistenan dalam perkataan, tindakan atau segala sesuatu yang di ukur dengan standar.

MEMIKIRKAN KEBENARAN
Kejujuran menuntut kita untuk mengenali apa yang terjadi, memahami apa yang seharusnya, dan merespon secara benar.


5 Konsep kunci membangun kejujuran :

1. HADAPI KENYATAAN
Sampaikan kebenaran dan terima konsekuensi daripada karena kebohongan.
Menghadapi kenyataan
- hrga kejujuran jauh lebih murah dari biaya kebohongan (hilang kebebasan dan keberanian)
- hargai kejujuran, hukum ketidakjujuran bukan kebalikannya

2. BERKATA JUJUR
Menyampaikan kenyataan secara tepat, apapun reaksi yang akan muncul
Berkata jujur
- katakan apa yang anda lakukan
- lebih baik dipercaya daripada sekedar disenangi
- belajar berkata tidak pada kebohongan

3. JANGAN MELEBIH-LEBIHKAN
- sesuai kenyataan jangan lebay ataupun le-min
- iya ya iya, tidak ya tidak
- terima laporan, croscheck, periksa ulang

4. JANGAN CURANG ATAU MENCURI
- dalam kejujuran jangan bohong, curang atau curi- dalam masalah, jangan bersungut, mengeluh dan cari alasan
Berbohong adalah pintu menuju tipu, curi & curang
Kembalikan barang, uang yang pernah anda pinjam & hutang

5. DUKUNG KEJUJURAN
menuntut kebenaran dari diri anda sendiri dan menegaskan kejujuran dalam diri orang lain
- tepati janji
-lakukan yang anda katakan
- orang jujur akan mujur & disayang tuhan
- percaya dan beri kesempatan

sumber : Eddy Hartono
PT. Karakter Prima Indonesia

Anak Indigo

Apa yang dimaksud dengan “anak indigo?”
Indigo adalah istilah yang diberikan kepada anak yang menunjukkan perilaku lebih dewasa dibandingkan usianya dan memiliki kemampuan intuisi yang sangat tinggi. Biasanya mereka tidak mau diperlakukan sebagai anak-anak. Secara harfiah, indigo adalah nama warna antara biru dan ungu, yang kerap pula disebut nila.
Wendy Chapman, dalam tulisan Rossini, menjelaskan bahwa anak indigo adalah anak-anak yang umumnya tidak mudah diatur oleh kekuasaan, tidak mudah berkompromi, emosional dan beberapa diantaranya memiliki tubuh rentan, sangat berbakat atau berkemampuan akademis baik, dan mempunyai kemampuan metafisis. Sering dianggap anak ADD, walaupun mudah bersikap empati dan iba terhadap orang lain, atau terlihat sangat dingin dan tak berperasaan, dan memiliki kebijakan melebihi usianya. Apakah hal-hal tersebut seperti anda sendiri atau anak anda?
Kapan istilah “anak indigo” ditemukan?
Istilah anak indigo diketemukan oleh Nancy Ann Torp, seorang konselor, pada tahun 1970 an. Dia meneliti warna aura manusia dan menghubungkannya dengan kepribadian. Mereka yang memiliki aura nila atau indigo ini ternyata anak-anak yang dianugerahi kelebihan, khususnya kemampuan indera keenam.
Menurut Ustaz KH Abid Marzuki Lc., yang dikutip Pikiran Rakyat, dalam diskusi di The6th Ramadhan Informal Study on Education Psychology, yang diadakan di IslamicCenter, Bekasi, menyatakan bahwa “anak-anak indigo memiliki kesadaran lebih tinggi daripada kebanyakan orang mengenai siapa diri mereka dan tujuan hidup mereka sehingga memerlukan perlakuan khusus. Tapi sayang, banyak masyarakat belum tahu bagaimana mengelola dan memperlakukan kelebihan anak indigo. Akibatnya kemampuan indera keenam anak indigo sering disalah gunakan dengan menggiring anak menjadi paranormal. Padahal kelebihan yang diberikan Allah kepada anak indigo, adalah karomah dan maunah, ” ujar alumnus Universitas Malaysia ini.
Apakah anak anda indigo?

Untuk mengetahui apakah anak anda atau anda sendiri indigo, jawablah pertanyaan berikut: 1) Apakah anak anda sering bersikap seperti bangsawan? , 2) Apakah anak anda memiliki perasaan pantas diterima?, 3) Apakah anak anda mempunyai perasaan bahwa dirinya dapat dimengerti? , 4) Apakah anak anda sulit menghadapi disiplin dan kekuasaan? , 5) Apakah anak anda menolak untuk mengerjakan hal-hal pasti yang diminta untuk dikerjakan? , 6) Apakah kegiatan antri tak disukai anak anda?,7) Apakah anak anda tidak menyukai sistem yang berorientasi ritual/mekanikal dan sedikit memerlukan kreatifitas? ,8) Apakah anak anda sering dapat mengetahui cara-cara yang lebih baik dalam mengerjakan sesuatu, baik di rumah atau di sekolah? , 9) Apakah anak anda tidak mudah kompromi? , 10) Apakah anak anda tidak merespon/takut pada ancaman? , 11) Apakah anak anda mudah bosan terhadap pekerjaan yang ditugaskan , 12) Apakah anak anda terlihat mempunyai gejala ADD? , 13) Apakah anak anda kreatif? , 14) Apakah anak anda terlihat mempunyai intuisi yang tajam? , 15) Apakah anak anda mempunyai sikap empati yang menonjol terhadap orang lain? , 16)Apakah anak anda mempunyai pemikiran yang abstract? , 17) Apakah anak anda cerdas? , 18) Apakah anak anda sangat berbakat (yang diidentifikasi sebagai karunia)? , 19)Apakah anak anda terlihat sebagai pengkhayal? , 20) Apakah mata anak anda terlihat memancarkan mata orang dewasa, bijak dan dalam? . 21) Apakah anak anda mempunyai kecerdasan spiritual?
Jika anda mempunyai 10 jawaban “Ya”, maka anak anda kemungkinan adalah indigo. Jika jawaban “Ya” lebih dari 15, maka anak anda dipastikan sebagai anak indigo.
Indigo memang berbeda, tapi bukan “tidak normal”
Menurut psikiater Tubagus Erwin Kusuma, dalam lipuatn6.com, fisik anak-anak indigo tak jauh berbeda dengan anak lainnya. Hanya batinnya saja yang condong lebih dewasa. Anak-anak indigo sering memperlihatkan sifat orang dewasa, sangat cerdas, dan memiliki indera keenam yang sangat tajam. Anak indigo pada umumnya tidak menginginkan diperlakukan sebagai anak-anak. Tidak jarang mereka sering memberi nasehat pada orangtua masing-masing.
Tubagus menambahkan, indigo bukanlah penyakit atau kelainan jiwa. Kendati demikian, ada yang menganggap fenomena indigo sebagai kelainan jiwa. Akibatnya penanganannya seringkali salah, yang akan berdampak pada penderitaan sang anak. “Kalau bisa, konsultasi untuk menghadapi anak-anak indigo,” Tubagus menambahkan.
Pernyataan Tubagus diamini Rossini, indigo dewasa yang sekaligus pembimbing anak-anak indigo. “Ketika di masa anak-anak pemahaman spiritual sudah matang tapi belum diikuti penalaran”, kata Rossini. Menurut Rossini, tugas orangtua dewasa untuk membimbing anak-anak itu agar penalaran dan spiritualnya seimbang.
Tips untuk mendidik anak indigo
Wendy Chapman, memberikan 10 tips untuk mendidik anak-anak indigo, sebagai berikut:Perlakukan mereka dengan penuh penghargaan. Jika anda tidak menunjukkan penghargaan kepada mereka, mereka juga akan demikian, walaupun anda mempunyai otoritas atau kekuasaan.Dengarkan pendapat mereka. Mereka perlu tahu bahwa anda peduli dan mengenali sistem nilai mereka.Kembangkan kemampuan mereka. Beri mereka pilihan, seperti misalnya tipe produk yang akan dipelajari, apa perintah untuk pekerjaan yang harus dilakukan, pilihan antara dua kegiatan. Memiliki suara yang didengar membuat rasa yang berbeda atas penghargaan diri, biasanya akan mendorong mereka untuk berpartisipasi dalam pilihan yang sudah mereka buat dan konsekuensinya akan memperbaiki sikap mereka terhadap anda dan terhadap pendidikan.Bangunlah sikap koperatif dan hindari memberi perintah. Anak indigo tidak akan peduli terhadap hal-hal yang dimaksudkan untuk mengontrol mereka. Merka akan peduli terhadap perlakuan yang bersifat adil dan baik.Bantu mereka melakukan hal yang berbeda. Jika mereka frustasi, misalnya pekerjaan sekolah, sehingga mereka merasa sendiri di dunia, bantulah mendorong mereka untuk berbuat sesuatu yang positif untuk merubahnya. Seperti menulis surat, karya tulis, puisi, membuat poster, T shirt, mengorganisasi kelompok diskusi.Bantu mereka membangun bakat dan kemampuannya. Dorong mereka untuk kreatif dan berani mengekspresikan kepribadian merka yang unik.Bersikap toleran terhadap emosinya yang ekstrim. Bantu mereka membuat keseimbangan menggunakan aromaterapi, ijinkan mereka minum air putih di kelas, bersikap tenang, atau latihan visualisasi.Dorong mereka untuk menjadi sumber kedamaian bagi orang lain.Indigo dilahirkan untuk menjadi sumber kedamaian. Dorong mereka untuk melatihnya. Hal ini akan membangun komunikasi dan welas asih. Jadilah pembimbingnya dalam hal ini.Jelaskan MENGAPA untuk semua hal. Mengapa ada aturan, mengapa mereka perlu untuk mengerjakan pekerjaan rumah/sekolah. Mengapa dunia seperti ini? Jika anda tidak mempunyai jawabannya, pahami rasa frustasi mereka dan tunjukkan sikap empati.Kurangi obat-obatan untuk ADD. Indigo bukan ADD, tapi indigo secara alamiah memberikan perhatian pada sesuatu secara selektif. Jika mereka dapat fokus pada sesuatu yang mereka pilih untuk jangka waktu yang lama,kemungkinan anak ini indigo, bukan ADD. Walaupun nampaknya ada masalah pada perhatian, carilah alternatif terapi, bukan dengan Ritalin, jangan menekan kreatifitas alamiah dan kepemimpinan indigo, tetapi bantulah untuk mengorganisir.
Sebagai orangtua, anda juga harus membuat anak indigo disiplin, dan membuat mereka belajar tentang perilaku yang bisa diterima atau tidak. Dan belajar untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak bisa diterima. Bersikaplah adil, dan berikan batas toleransi yang pantas. Katakan yang sesungguhnya sesuai dengan umurnya, dan jangan bohong karena mereka akan tahu. Katakan bahwa dia dicintai dan peluk sebanyak mungkin.
Indigo juga eksploratif dan banyak energi. Akan sangat menolong jika orangtua membantu menyalurkan energi pada sesuatu yang menyenangkan, produktif dan tidak berbahaya.
Apakah anak-anak indigo bisa menjadi orang yang sukses? Pengalaman membuktikan, bahwa banyak anak indigo yang jika penanganannya benar, menjadi orang yang sukses, bisa lulus dari universitas, ada yang menjadi psikolog, psikiater, bahkan pemusik andal. Jadi, coba teliti apakah di keluarga ada yang indigo? Jangan kawatir, jika anda memahami mereka serta dapat mengelola dengan baik, maka anak indigo adalah anak yang menyenangkan, dan tingkat kesuksesan nya di masyarakat tinggi.

sumber

Jumat, 19 Oktober 2012

Jadilah Pelita

Pada suatu malam, seorang buta berpamitan pulang dari rumah sahabatnya. Sang sahabat membekalinya dengan sebuah lentera pelita.

Orang buta itu terbahak berkata: “Buat apa saya bawa pelita? Kan sama saja buat saya! Saya bisa pulang kok.”

Dengan lembut sahabatnya menjawab, “Ini agar orang lain bisa melihat kamu, biar mereka tidak menabrakmu.”

Akhirnya orang buta itu setuju untuk membawa pelita tersebut. Tak berapa lama, dalam perjalanan, seorang pejalan menabrak si buta.

Dalam kagetnya, ia mengomel, “Hei, kamu kan punya mata! Beri jalan buat orang buta dong!”

Tanpa berbalas sapa, mereka pun saling berlalu.

Lebih lanjut, seorang pejalan lainnya menabrak si buta.

Kali ini si buta bertambah marah, “Apa kamu buta? Tidak bisa lihat ya? Aku bawa pelita ini supaya kamu bisa lihat!”

Pejalan itu menukas, “Kamu yang buta! Apa kamu tidak lihat, pelitamu sudah padam!”

Si buta tertegun..

Menyadari situasi itu, penabraknya meminta maaf, “Oh, maaf, sayalah yang ‘buta’, saya tidak melihat bahwa Anda adalah orang buta.”

Si buta tersipu menjawab, “Tidak apa-apa, maafkan saya juga atas kata-kata kasar saya.”

Dengan tulus, si penabrak membantu menyalakan kembali pelita yang dibawa si buta. Mereka pun melanjutkan perjalanan masing-masing.

Dalam perjalanan selanjutnya, ada lagi pejalan yang menabrak orang buta kita.

Kali ini, si buta lebih berhati-hati, dia bertanya dengan santun, “Maaf, apakah pelita saya padam?”

Penabraknya menjawab, “Lho, saya justru mau menanyakan hal yang sama.”

Senyap sejenak.

secara berbarengan mereka bertanya, “Apakah Anda orang buta?”

Secara serempak pun mereka menjawab, “Iya.,” sembari meledak dalam tawa.

Mereka pun berupaya saling membantu menemukan kembali pelita mereka yang berjatuhan sehabis bertabrakan.

Pada waktu itu juga, seseorang lewat. Dalam keremangan malam, nyaris saja ia menubruk kedua orang yang sedang mencari-cari pelita tersebut. Ia pun berlalu, tanpa mengetahui bahwa mereka adalah orang buta.

Timbul pikiran dalam benak orang ini, “Rasanya saya perlu membawa pelita juga, jadi saya bisa melihat jalan dengan lebih baik, orang lain juga bisa ikut melihat jalan mereka.”

Pelita melambangkan terang kebijaksanaan. Membawa pelita berarti menjalankan kebijaksanaan dalam hidup. Pelita, sama halnya dengan kebijaksanaan, melindungi kita dan pihak lain dari berbagai aral rintangan (tabrakan!).

Si buta pertama mewakili mereka yang terselubungi kegelapan batin, keangkuhan, kebebalan, ego, dan kemarahan. Selalu menunjuk ke arah orang lain, tidak sadar bahwa lebih banyak jarinya yang menunjuk ke arah dirinya sendiri. Dalam perjalanan “pulang”, ia belajar menjadi bijak melalui peristiwa demi peristiwa yang dialaminya. Ia menjadi lebih rendah hati karena menyadari kebutaannya dan dengan adanya belas kasih dari pihak lain. Ia juga belajar menjadi pemaaf.

Penabrak pertama mewakili orang-orang pada umumnya, yang kurang kesadaran, yang kurang peduli. Kadang, mereka memilih untuk “membuta” walaupun mereka bisa melihat.

Penabrak kedua mewakili mereka yang seolah bertentangan dengan kita, yang sebetulnya menunjukkan kekeliruan kita, sengaja atau tidak sengaja. Mereka bisa menjadi guru-guru terbaik kita. Tak seorang pun yang mau jadi buta, sudah selayaknya kita saling memaklumi dan saling membantu.

Orang buta kedua mewakili mereka yang sama-sama gelap batin dengan kita. Betapa sulitnya menyalakan pelita kalau kita bahkan tidak bisa melihat pelitanya. Orang buta sulit menuntun orang buta lainnya. Itulah pentingnya untuk terus belajar agar kita menjadi makin melek, semakin bijaksana.

Orang terakhir yang lewat mewakili mereka yang cukup sadar akan pentingnya memiliki pelita kebijaksanaan.

Sudahkah kita sulut pelita dalam diri kita masing-masing? Jika sudah, apakah nyalanya masih terang, atau bahkan nyaris padam? JADILAH PELITA, bagi diri kita sendiri dan sekitar kita.

Sebuah pepatah berusia 25 abad mengatakan: Sejuta pelita dapat dinyalakan dari sebuah pelita, dan nyala pelita pertama tidak akan meredup. Pelita kebijaksanaan pun, tak kan pernah habis terbagi.

Bila mata tanpa penghalang, hasilnya adalah penglihatan. Jika telinga tanpa penghalang, hasilnya adalah pendengaran. Hidung yang tanpa penghalang membuahkan penciuman. Fikiran yang tanpa penghalang hasilnya adalah kebijaksanaan. 


Cara Cepat Mengetahui Kode Warna Blog Orang Lain


Ketika anda berkunjung ke blog atau situs orang lain ada kalanya anda tertarik dengan warna yang ada di blog atau situs bersangkutan. Anda pun ingin mengetahui kode warna tersebut karena ingin memasangnya di blog Anda. Namun, Anda kesulitan mengetahui kodenya.
Jangan khawatir, berikut bagimana caranya kita dapat mengetahui kode warna dari blog orang lain dan anda akan mudah mengetahui kode warna tersebut. Caranya dengan menggunakan ekstensi mozilla yang disebut ColorZilla. Anda tinggal menyorot warna yang ada, lalu ekstensi ini meninformasikan kodenya.
Berikut adalah cara menginstal dan menggunakan ColorZilla.
1. Kunjungi situs ColorZilla.
2. Klik tombol Install ColorZilla.
3. Akan muncul pop up yang meminta Anda untuk mengijinkan penginstalan ColorZilla. KlikAllow.
4. Akan muncul tampilan seperti di bawah ini. Lalu klik Install Now.
Install ColorZilla
5. Setelah selesai, restart browser mozilla Anda.
6. ColorZilla akan muncul di bagian kiri bawah browser Anda.
7. Untuk menggunakannya, klik tanda colorzilla.
8. Lalu sorot warna yang ingin Anda ketahui kodenya. Catat kode tersebut secara manual.
9. Contoh hasilnya seperti berikut (yang ditandai panah adalah kode warna huruf Firefox 1.0 yang disorot).

Selasa, 16 Oktober 2012

Ingin menjadikan gigi putih alamiah...???


http://poerwalaksana.blogspot.com/
1. Lemon dan Garam
Anda bisa mendapatkan gigi putih cemerlang dengan menggunakan pasta yang terbuat dari beberapa tetes jus lemon yang telah dicampur dengan sejumput garam dapur.

Aplikasikan pasta tersebut ke gigi dan gosok secara lembut seperti ketika Anda sedang menyikat gigi. Ini akan membantu menghilangkan noda karat pada permukaan gigi.




http://poerwalaksana.blogspot.com/
2. Arang Kayu
Sebenarnya arang kayu juga sangat ampuh untuk membersihkan noda kuning pada gigi, namun bahan ini berbahaya karena dapat merusak email secara permanen dan menimbulkan rasa sakit pada gigi. Oleh karena itu, Anda sebaiknya tidak mencobanya.



http://poerwalaksana.blogspot.com/
3. Kulit Jeruk
Gosok gigi dengan menggunakan bagian dalam kulit jeruk. Kulit jeruk mengandung unsur pemutih yang sangat lembut, yang akan membantu menghilangkan noda karat pada gigi tanpa membahayakan lapisan email gigi.







http://poerwalaksana.blogspot.com/
4. Daun Salam
Ambil enam lembar daun salam, lalu jemur di bawah terik matahari hingga mengering dan renyah.

Haluskan keenam lembar daun salam tersebut, setelah itu tambahkan kulit jeruk bubuk. Gosok campuran ini ke gigi setiap hari, maka niscaya dalam dua minggu Anda akan mendapatkan gigi yang putih alami.


http://poerwalaksana.blogspot.com/
5. Stoberi
Stroberi bukan sekadar buah yang enak untuk dinikmati. Selain kaya vitamin C, stroberi juga dikenal memiliki khasiat untuk membersihkan gigi.

Meskipun rasanya manis, stroberi tidak berbahaya bagi kesehatan gigi. Sebaliknya, buah ini justru bisa membantu menghilangkan noda karat pada gigi dan membuatnya menjadi putih cemerlang.

http://poerwalaksana.blogspot.com/
6. Sari Apel dan Cuka Putih
Sari buah apel dan cuka putih juga sangat efektif menghilangkan noda karat pada gigi, karena keduanya mengandung unsur pemutih yang membantu menghilangkan noda dengan cepat.

Akan tetapi kedua bahan ini sifatnya sangat keras, sehingga penggunaan secara harian akan menimbulkan kerusakan pada lapisan email. Selain itu, rasanya juga sangat pahit.

Rabu, 10 Oktober 2012

Sejarah Susunan Keyboard (Qwerty)

Diantara kalian pasti pernah bertanya dong, kenapa sih susunan huruf/ angka/ tanda-tanda keyboard komputer yang dipakai secara umum sekarang ini (QWERTY) dibuat dengan sususan begitu acaknya? Mungkin juga ada yang berpikir mungkin susunan ini adalah susunan paling efisien yang bisa digunakan dalam mengetik?
Well.. kalau kalian merasa itu jawabannya, maka kalian sudah salah. Sebaliknya, susunan keyboard yang dipakai umum sekarang ini (QWERTY) sebenarnya adalah salah satu susunan yang paling tidak efisien yang ditujukan agar kita-kita dapat mengetik dengan lebih lambat. Nah lho?? Nih.. Saya coba jelaskan sekarang..
Hal ini berkaitan dengan sejarah mesin ketik yang ditemukan lebih dulu oleh Christopher Latham Sholes (1868). Saat menciptakan mesin ketik prototype sebelumnya, malah sangat memungkinkan kita untuk mengetik dengan lebih cepat. Terlalu cepatnya kemungkinan dalam mengetik tersebut, sampai- sampai sering timbul masalah pada saat itu. Seringkali saat tombol ditekan, batang-batang huruf (slug) yang menghentak pita itu mengalami kegagalan mekanik, yang lebih sering diakibatkan karena batang-batang itu saling mengait (jamming).

Karena bingung memikirkan solusinya pada saat itu, Christopher Latham Sholes justru mengacak-acak urutan itu demikian rupa sampai ditemukan kombinasi yang dianggap paling sulit untuk digunakan dalam mengetik. Tujuannya jelas, untuk menghindari kesalahan-kesalahan mekanik yang sering terjadi sebelumnya.

Akhirnya susunan pada mesin ketik inilah yang diturunkan pada keyboard sebagai input komputer dan pada tahun 1973 diresmikan sebagai keyboard standar ISO (International Standar Organization).

Sebenarnya ada beberapa standar susunan keyboard yang dipakai sekarang ini. Sebut saja ASK (American Simplified Keyboard), umum disebut DVORAK yang ditemukan oleh Dr. August Dvorak sekitar tahun 1940.

Secara penelitian saat itu, susunan DVORAK memungkinkan kita untuk mengetik dengan lebih efisien. Tetapi mungkin karena terlambat, akhirnya DVORAK harus tunduk karena dominasi QWERTY yang sudah terjadi pada organisasi-organisasi dunia saat itu dan mereka tidak mau menanggung resiko rush apabila mengganti ke susunan keyboard DVORAK. Satu-satunya pengakuan adalah datang dari ANSI (American National Standard Institute) yang menyetujui susunan keyboard Dvorak sebagai versi “alternatif” di sekitar Tahun 1970.

Susunan keyboard lainnya yang masih perkembangan dari susunan QWERTY adalah QWERTZ yang dipakai di negara seperti Hungaria, Jerman, Swiss, dll. AZERTY oleh negara Prancis dan Belgia, QZERTY, dll.

sumber

Mengapa Saya Tidak Bisa Ikhlas Kali Ini?


Cerita Inspiratif untuk lebih hati-hati dalam memilih/mencari babysitter.

Sebenarnya sangat berat untuk menuliskan apa yang saya rasakan saat ini, namun saya harus melakukan agar tulisan ini sampai kepada yang membutuhkan dan tentu saja agar Bintang mengetahui betapa saya menyesal dan merasa bersalah kepadanya.
Seperti yang sudah pernah saya ceritakan sebelumnya, saya memberi kesempatan kepada pengasuh anak saya yang ketahuan lancang dan berbohong untuk bekerja lagi dengan saya di awal bulan April tepatnya tgl 4 April lalu. Sungguh itu semua saya lakukan semata-mata karena saya tidak ingin berlaku zhalim kepada orang yang bekerja dengan saya namun pertimbangan yang paling saya pegang untuk tetap memperkerjakan dia adalah Bintang, anak saya menyayangi dia.
Saya beberapa kali menyaksikan bagaimana Bintang bercerita dengan asyiknya dan tertawa-tawa jika sedang berdua dengan dia.
Jadi saya kira dengan memberinya kesempatan sekali lagi, dia akan berubah lebih baik karena masih memiliki rasa malu dan hati nurani.
Tiga hari sebelum bulan April berakhir, tiba tiba dia mengundurkan diri. Tentu saja saya jadi ingin tahu alasannya karena sewaktu saya berhentikan sebelumnya, dia menangis-nangis minta diberi kesempatan lagi dengan alasan merasa betah bekerja dengan saya dan menyayangi Bintang, dia menjawab pertanyaan saya itu dengan ringan bahwa dia tidak bisa berubah dan sepertinya kesalahan-kesalahannya sudah mendaging. Awalnya saya bingung dengan kata mendaging tapi mungkin maksudnya saya artikan saat itu adalah memang sudah berat sekali buat dia untuk berubah.
Hari ketika saya melepasnya pergi yaitu tgl 1 Mei kemarin, saya memberi gajinya lebih untuk transportasi dan sempat memberi do’a semoga dia mendapat majikan yang lebih baik. Anehnya, dia sama sekali tidak berpamitan atau bersalaman dengan Bintang dan juga pengasuh satunya.
Bintang menyaksikan dia masuk ke taksi dan melambaikan tangannya dan bibirnya seketika dimajukan. Ini kedua kalinya saya melihat Bintang melakukan itu. Pertama kali sewaktu sedang di kolam renang dan saat itu saya mengira dia kedinginan. Jadi saya hanya menduga-duga dia sedih ditinggal pergi oleh pengasuhnya karena tidak mungkin kedinginan.
Setelah dia pergi, pengasuh satunya baru berani bercerita bagaimana dia bekerja selama 7 bulan mereka bekerja sama. Saya sangat terkejut dan langsung lemas mendengar semuanya dengan tidak percaya. Saya bertanya mengapa tidak bercerita ketika dia masih bekerja dengan saya, ternyata pengasuh yang masih bekerja dengan saya ini ketakutan karena diancam dan semakin tidak berani melapor karena saya sepertinya lebih mempercayai pengasuh yang sudah berhenti itu.
Ibu mana yang tidak akan marah jika mendengar anak yang diperlakukan seperti kristal karena begitu rapuh dan selalu diajak berbicara pelan karena daya tangkapnya yang masih sederhana itu dibekap dengan bantal dua kali karena dia menjatuhkan minyak tawon di tempat tidur dan melempar handphone milik pengasuhnya itu. Bintang selamat karena ditarik oleh pengasuh yang bercerita ini bahkan sampai menangis memohon agar jangan membekap Bintang.
Menurut pengasuh yang bercerita, setelah dibekap yang pertama kali, Bintang langsung panas tinggi. Saya sempat menulis status di FB bagaimana rencana libur panjang kami di akhir pekan perayaan Maulid nabi Muhammad SAW gagal karena Bintang tiba-tiba sakit di hari Rabu.
Sewaktu saya tinggal ke kantor di pagi hari Rabu itu, dia begitu sehat dan tertawa-tawa lucu namun pulangnya, saya menemukan dia panas, lemas dan manja sekali ingin dipeluk saya terus menerus sehingga akhirnya hari Kamis tgl 25 Februari lalu saya harus mengambil cuti sehari karena semalaman tidak tidur memeluk dia dengan posisi memeluk erat karena dia tidak mau dilepas sejenak pun dari saya. Saya sempat menanyakan kepada kedua pengasuhnya dan jawaban mereka waktu itu tidak tahu dan saya hanya meminta agar mereka mengawasi Bintang lebih karena kemungkinan dia menggunakan baju terlalu terbuka dengan AC yang terlalu dingin atau dimandikan ketika suhu badannya masih belum stabil karena panas badan yang menyesuaikan AC dingin.
Selain dibekap bantal, Bintang juga ditendang kepalanya karena tidak menuruti permintaan pengasuhnya, dikejar karena diselamatkan dari bekapan bantal setelah tertangkap bajunya dipunggut dari belakang dengan kesal untuk diangkat ke dalam boks, kepalanya dilempar dengan bola (padahal saya pernah melarangnya dengan penjelasan jangan menggerakan tubuh Bintang yang dapat membuat kepalanya bergoyang-goyang karena di usianya itu, volume otaknya masih seperti bola di dalam rongga kepalanya, sehingga otak yang memantul-mantul di dalam rongga kepala tersebut dapat mengakibatkan epilepsi, keterbelakangan dll), diayun didalam selimut cukup tinggi sehingga terlempar jatuh ke lantai dan menangis namun pengasuhnya itu malah meninggalkannya di lantai untuk menjawab handphone-nya dan yang paling membuat saya tidak habis berpikir apakah pengasuhnya ini manusia atau iblis adalah dia membentak Bintang menyuruhnya diam dan menonjol kepalanya dengan keras karena merasa terganggu ketika menonton blue film di ruang tengah dimana pengasuh yang satunya di sana juga sedang di sana menyetrika baju.
Saya menuliskan ini sambil menangis berlinang airmata penuh amarah sambil memohon agar seluruh airmata saya yang tumpah dalam musibah ini akan menenggelamkan hidup dia karena kejahatannya yang keji itu di masa yang akan datang. Demi Allah, Demi Rasulullah, saya merasa terzhalimi dengan pengasuh yang sudah saya percayai itu.
Pengasuh tersebut juga memperlakukan pengasuh yang satunya seperti pembantunya ketika saya meninggalkan rumah. Jadi semua yang mata saya lihat selama ini hanya sandiwara saja, Bintang mengobrol dengan dia dengan semangat karena merasa bahagia disayang lagi setelah diperlakukan dengan jahat oleh nya sepanjang hari. Demikian juga jika tertawa-tawa, dia merasa diterima lagi setelah dibentak-bentak dan dikurung di kamar jadi berusaha menyenangkan pengasuhnya itu.
Di tulisan sebelumnya, saya meyakinkan teman-teman bahwa pengasuh saya yang satunya akan menjadi mata saya selama saya tidak di rumah. Benar sekali dia menjadi mata saya namun dia tidak menjadi mulut saya yang bisa melaporkan semua perbuatan yang sangat berbahaya terhadap seorang bayi yang tidak mengerti apa-apa.
Pengasuh yang masih bersama saya juga bercerita bahwa semenit setelah saya meninggalkan kantor setiap harinya, Bintang akan diserahkan ke dia kemudian pengasuh psycho itu akan mengurung diri menerima telephone di kamar saya dan tidur di atas tempat tidur saya. Keluar hanya untuk memasak makanan untuk dirinya seperti menggoreng kentang dan chicken nugget milik saya atau pancake milik Bintang, mengolah spaghetti, fetucini, omelette dengan smoked beef, salad lengkap dengan dressing, ataupun makan buah-buahan milik Bintang seperti Apel dan Pear juga Ice cream untuk dikonsumsi di dalam kamar saya.
Setelah itu kalau ingin bertemu dengan temannya, dia akan madi di kamar mandi saya menggunakan peralatan mandi saya dan pergi ke Bintaro Plaza menggunakan baju-baju saya bahkan pakaian dalam saya dan meninggalkan Bintang dengan pengasuh satunya yang sibuk mengurusi rumah dan sampahnya (bayangkan, saya pernah menegur mereka berdua mengapa mengganti sprei tempat tidur saya setiap hari ternyata remah makanan yang jatuh di tempat tidur sengaja dibuang agar sprei saya kotor sehingga dia bisa memerintah pengasuh satunya mengganti sprei tersebut).
Ini membenarkan informasi salah satu ojek perumahan yang pernah melihat dia keluar rumah ketika dia masih bekerja sendirian di 5 bulan pertamanya namun saya tidak mempercayai karena rasanya tidak mungkin ada seseorang yang tega meninggalkan bayi sendirian di rumah sementara dia bepergian untuk jalan-jalan di Plaza.
Jadi setiap hari pekerjaaanya hanya makan makanan yang bukan untuknya, menonton sinetron TV, mendengar CD kesukaan saya bahkan menghilangkannya, membaca buku-buku saya, menonton DVD termasuk film kategori BF dan telephone-telephonenan mengajak ketemu para korban rayuannya. Dia juga mengambil photo dengan baju-baju saya untuk dikirim ke semua laki-laki yang digodanya melalui camera handphone-nya.
Ketika saya pulang kantor, dia akan keluar dari kamar saya dan mengambil Bintang dari pengasuh yang satunya yang membukan saya pintu pagar dan setelah saya menanyakan keadaan Wotel dan rumah, dia akan kembali masuk kamar karena perjanjian kerjanya memang hanya sampai jam 20.00 malam sementara yang satunya akan menunggu saya hingga saya selesai mandi dan makan lalu menyerahkan Bintang ke saya.
Setelah itu bagaikan puzzle semuanya terhubung satu per satu :
· Mengapa berat badan Bintang selalu kurang bahkan hanya 80% dari standard bayi biasanya.
· Mengapa Bintang sering terbangun 3 hingga 5 kali setiap malam yang saya kira karena kehausan ternyata karena mimpi buruk dan dia ingin saya memeluknya dari belakang (padahal untuk usianya, bayi sudah bisa tidur nyenyak sepanjang malam).
· Mengapa Bintang sangat pemberang jika mendengar suara sedikit kencang di sekitarnya.
· Mengapa Bintang suka memukul muka dan mencakar saya jika saya melarangnya melakukan sesuatu.
· Mengapa Bintang begitu memujanya.
· Mengapa pengasuh yang satunya memanggil dia dengan awalan “mbak” padahal dia lebih muda ternyata itu karena permintaanya dia yang merasa lebih tinggi kedudukannya.
· Mengapa pengasuh satunya sepertinya ingin mengurus Bintang padahal saya memintanya lebih fokus ke rumah (dia melindungi Bintang padahal saya sering menegurnya untuk tidak mengerjakan semuanya karena dia butuh istirahat juga).
· Mengapa pengasuh tetangga sering bertanya apakah dia memang adik saya ke pengasuh satunya yang tanpa sengaja saya dengarkan.
· Mengapa Bintang langganan mengalami benjol dan lecet di seluruh tubuhnya yang selalu saya anggap karena dia aktif ketika dokternya menanyakan.
· Mengapa dia tidak pernah mau menggendong Bintang jika kami di tempat umum (malu karena menurut dia anak saya seperti cecak).
· Mengapa kebutuhan dapur cepat habis seperti minyak goreng, telur dan isi refrige lainnya (minyak goreng dengan sengaja dibuang setiap saya tegur untuk lebih irit ketika saya di kantor).
· Mengapa uang belanja selalu tidak ada kembalian.
· Mengapa bayar PAM bisa mencapai 400-500 ribu setiap bulannya karena dia sengaja tidak mematikan air agar tagihan melonjak.
Ya semuanya menjadi terang-benderang!
Saya segera menghubungi Yayasan yang menunjuknya untuk bekerja dengan saya. Pihak Yayasan berjanji akan mempertemukan kami pada hari Sabtu itu bahkan dia menantang siap dikonfrontir dengan pengasuh yang satunya dan polisi sekalian!
Ketika saya meminta mereka datang pada hari Senin tgl 3 lalu jam 19:00 malam, pihak yayasan berjanji akan menghubungi saya lagi. Pada hari Senin hingga pada jam pertemuan saya tidak mendapat khabar apapun dan dengan ringannya pihak yayasan mengatakan bahwa dia sudah berusaha mempertemukan kami tapi dia tidak bisa memaksa karena pengasuh tersebut sudah tidak bekerja di yayasan tersebut dan dia tidak bisa menghubungi atau menjawab telephone saya karena sibuk menerima tamu di acara ulang tahun anaknya.
Seorang yang mengaku sebagai kakaknya di Bandung meminta maaf atas nama keluarga, saya menjawab saya tidak ada urusan dengan keluarganya karena disini yang harus bertanggung jawab adalah pengasuh tersebut dan menyebutkan berbagai alasan seperti dia sibuk tidak bisa mengantar adiknya, biaya ke Jakarta mahal hingga tidak memberi izin adiknya pergi.
Yayasan juga berusaha menyalahkan saya yang tidak melapor ke yayasan ketika dia berhenti dari saya padahal saya menelephone yayasan untuk pengaduan pada hari yang sama dengan dia berhenti, selain itu pengasuh yang masih bekerja dengan saya mendengar ketika pengasuh mengerikan tersebut melapor ke ibu pemilik yayasan bahwa dia akan berhenti dari saya dan itu sesuai dengan jawaban dia ketika saya tanya apakah sudah berbicara dengan yayasan akan berhenti dari saya.
Yang paling memuakkan adalah laki-laki yang mengaku sebagai kakak dari pengasuh tersebut. Padahal saya sangat mengetahui bahwa pengasuh tersebut hanya memiliki 3 saudara, satu saudara laki-laki di Blok M. satu kakak perempuan yang sudah berkeluarga di Cilacap dan satu adik laki-laki yang masih bersekolah di Cilacap juga yang masih tinggal dengan orang tuanya.
Dia yang menantang saya untuk membawa kasus ini ke polisi karena tidak mau datang pada hari Senin yang saya minta untuk berbicara baik-baik mengklarifikasi pengaduan pengasuh yang masih bekerja dengan saya.
Saya tidak ingin mengungkit kebaikan saya namun saya ingin mengetahui pantaskah seseorang yang mengaku keluarganya sama sekali tidak mengingat apa yang sudah saya berikan kepada mereka? Ketika pengasuh tersebut cuti di Lebaran tahun lalu saya memberi saudara perempuannya yang baru melahirkan satu set yang terdiri 4 botol susu milik Bintang seharga @ Rp 85,000,- karena Bintang tidak membutuhkan banyak botol juga baju-baju Bintang yang sudah kekecilan tapi masih layak pakai. Saya juga memberinya uang THR lebih, hampir satu bulan gajinya padahal dia baru bekerja 4 bulan dengan saya. Saya juga memaklumi ketika akhirnya dia terlambat sehari karena ayahnya tidak memberi izin dia pulang di hari Selasa yang dijanjikan meskipun saya harus berurusan dengan atasan saya karena tidak memegang janji untuk masuk kantor pada hari itu yang efeknya pada penilaian kerja tahunan saya.
Sampai hari ini saya masih sakit dan belum ikhlas. Ikhlas tehadap kebodohan dan keteledoran saya sebagai ibu. Dukungan dari teman-teman tidak henti-hentinya mengalir baik dari FB, SMS, BBM hingga email pribadi dan saya sangat berterimakasih kepada teman-teman semua karena membuat saya lebih rasional daripada emosional menghadapi ini.
Saya bisa saja melaporkan ke polisi namun dokter ahli forensik yang memeriksa Bintang menyarankan dengan bijak agar saya berpikir ulang. Menurut dia, tidak begitu berharga yang saya dapatkan dengan menjebloskan pengasuh keji itu ke penjara dengan waktu, biaya dan tenaga yang akan saya keluarkan untuk mengurus pengaduan tindak kekerasan pada anak. Sementara Bintang sangat membutuhkan pendampingan dan kasih sayang saya untuk pemulihan pasca kekerasan fisik dan psikologis tersebut.
Salah satu teman saya yang selalu menyelesaikan permasalahan dengan “cara jalanan” bahkan menawarkan diri untuk mencari pengasuh tersebut di Bandung namun saya tidak bisa mengizinkan itu karena saya sudah bersumpah ketika saya mengetahui saya sedang mengandung, saya tidak akan pernah membiarkan siapa pun atau apa pun membuat saya terjebak untuk membesarkan anak saya dengan cara tidak baik.
Jadi di sinilah saya, sedang menikmati kesakitan ini dan berusaha mencari hikmah dibalik musibah yang saya alami ini agar bisa menjadi berkah.
Saya ingin sekali membuat dia berjanji tidak akan menjadi pengasuh bayi lagi dengan tanda tangan di atas kertas bermeterai untuk mencegah korban berikutnya namun ternyata tangan saya tidak sampai karena yayasan maupun laki-laki yang mengaku sebagai kakaknya itu melindungi dia untuk bertemu dengan saya.
Jadi saya hanya bisa menuliskan ini agar para ibu maupun calon ibu lebih mempercayai firasatnya daripada akal dan rasa untuk segala sesuatu yang berhubungan dengan anaknya. Terus terang ini sangat ironis karena tidak sampai seminggu sebelum kejadian ini, saya sempat mempertanyakan naluri seorang wanita yang tidak mengetahui jika suaminya selama pernikahan mereka memiliki dua kehidupan. Saya bahkan mengatakan bahwa pintar saja tidak cukup untuk menjadi wanita namun harus cerdik dan akhirnya saya mendapat penguatan untuk pernyataan saya itu.
Jangan takut untuk curiga karena curiga dan berprasangaka buruk (suudzon) itu berbeda. Meskipun tidak melihat atau mendengar langsung jika naluri anda mengatakan ada yang tidak beres, jangan pernah beri kesempatan seseorang untuk menyentuh anak anda! Siapa pun itu!
Saya hanya bisa memohon dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada kehendak Allah swt untuk membalaskan sakit hati saya. Jika segala kebaikan saya sampai menganggap dia seperti keluarga sendiri bisa dibalas dengan luar biasa jahat seperti itu, saya yakin Allah swt bisa membalasnya lebih kejam lagi.
Siapa pun bisa mendapat hidayah untuk berubah menjadi lebih baik, jadi saya akan lepaskan semua ini kepada Allah swt. Mungkin saja dia akan berubah namun saya pesimis di usianya yang baru menginjak 19 tahun, dia sudah bisa melakukan semua kejahatan ini tanpa perasaan iba sama sekali terhadap Bintang selama setahun dengan rapinya. Dengan latar belakang pendidikan hanya SMP, saya kira dari kemampuan otak dan wataknya sudah bisa diprediksikan seperti apa dia lima atau sepuluh tahun lagi.
Saya masih marah sejak hari Sabtu lalu bahkan sempat berbicara dengan intonasi sangat tinggi melalui telephone kepada yayasan dan laki-laki yang mengaku sebagai kakaknya pada hari Senin kemarin hanya membuat saya semakin marah namun saya yakin Allah swt itu maha mengetahui, maha adil, maha pembalas, dan juga maha menghinakan……. Saya akan sabar menunggu mereka bertiga mendapat ganjaran setimpal baik dunia maupun akhirat.
Dia boleh bermimpi untuk menaikan derajatnya dengan jalan pintas namun do’a kami orang-orang yang pernah dizhalimi termasuk kedua orangtuanya yang dua bulan terakhir ini ternyata tidak bisa menghubungi dia untuk meminta bantuan, akan memberikan dia derajat sesuai dengan keadilan Allah swt.
Pagi ini sebuah kalimat indah dikirimkan oleh Tuhan melalui seseorang yang memiliki pintu langit dan bumi, berikut petikannya :
“Sungguh kita bisa meruntuhkan langit untuk menghukum si tersalah tapi kita kehilangan kesempatan untuk melihat indahnya langit usai mendung.”
Saya tercekat ketika membacanya apakah saya lebih memilih untuk mengikuti dendam saya yang tiada bertepi daripada mendapat berkah dibalik musibah ini?
Tentu saja tidak!