Sistem Manajemen Mutu ISO 9001: 2008 memiliki 8 prinsip yang merupakan ruh atau jiwa standar ISO 9001:2008. Kami pernah mengulasnya dengan judul “Prinsip Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008″.
Kedelapan prinsip ini menjiwai 8 Klausul ISO 9001:2008 yang berisi
sederet persyaratan yang harus diterapkan. Delapan prinsip ISO
9001:2008 bagaikan Pancasila, dan 8 klausul ISO 9001:2008 bagaikan UUD
1945 yang berisi beberapa pasal. Nah, klausul ISO 9001 inilah yang
dijadikan panduan penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008. Standar ISO 9001:2008
memuat 8 klausul yang berisi beberapa persyaratan dalam bahasa legal
formal sehingga barangkali sulit untuk dipahami oleh orang-orang yang
baru membaca standar ISO 9001 ini. Oleh karena itu, kami akan memberikan
sedikit komentar atau rangkuman untuk beberapa klausul yang menurut
kami perlu untuk dijelaskan. Berikut ini adalah klausul / persyaratan
Sistem Manajemen Mutu ISo 9001:2008
Klausul 1 – Ruang Lingkup
1.1 – Umum
1.2 – Penerapan
Klausul 2 – Acuan Standard
Klausul 3 – Istilah dan Definisi
Klausul 1 – 3 hanya bersifat sebagai pengantar standar
ISO 9001:2008. Dalam 3 klausul ini, belum ada pesyaratan yang harus
dijalankan. Hanya saja, Klausul 1.2 menjelaskan bahwa klausul 4-8 wajib
untuk diterapkan secara penuh kecuali klausul 7, maka salah satu atau
lebih Sub Klausul boleh tidak diterapkan bila memang tidak terdapat proses atau kegiatan di organisasi anda yang berkaitan dengan klausul tersebut.
Klausul 4 – Sistem Manajemen Mutu
4.1 – Persyaratan Umum
4.2 – Persyaratan Dokumentasi
4.2.1 – Umum
4.2.2 – Manual Mutu
4.2.3 – Pengendalian Dokumen
4.2.4 – Pengendalian Rekaman
Klausul 4 secara umum berisi tentang persyaratan umum
yang mencakup semua persyaratan yang ada pada klausul-klausul
selanjutnya. Penekanan klausul 4 adalah, sebagai konsekuensi penerapan
ISO 9001:2008 maka anda diwajibkan memiliki dokumen-dokumen tertulis
seperti Manual Mutu, Kebijakan Mutu, Sasaran Mutu, 6 Prosedur Wajib,
prosedur kerja bagian / divisi / departemen, instruksi kerja (bila
diperlukan), rekaman mutu (form dan semua hal yang digunakan sebagai
bukti pelaksanaan suatu kegiatan) yang dipersyaratkan oleh ISO 9001, dan
rekaman mutu yang berkaitan dengan kegiatan operasional organisasi
anda.
Anda juga diminta untuk mengendalikan dokumen dan form / catatan mutu
/ rekaman mutu termasuk tata cara penetapan atau pengesahan, revisi,
distribusi, penyimpanan dan cara pemusnahannya.
Klausul 5 – Tanggungjawab Manajemen
5.1 – Komitmen Manajemen
5.2 – Fokus Pelanggan
5.3 – Kebijakan Mutu
5.4 – Perencanaan
5.4.1 – Sasaran Mutu
5.4.2 – Perencanaan Sistem Manajemen Mutu
5.5 – Tanggungjawab, Wewenang dan Komunikasi
5.5.1 – Tanggungjawab dan Wewenang
5.5.2 – Wakil Manajemen
5.6 – Tinjauan Manajemen
5.6.1 – Umum
5.6.2 – Masukan Tinjauan
5.6.3 – Keluaran Tinjauan
Klausul 5 berisi beberapa hal yang harus dilakukan oleh
Top Manajemen seperti penetapan struktur organisasi, job description,
penetapan sasaran mutu (quality objective), penunjukkan management representative
(perwakilan manajemen), dan pelaksanaan salah satu dari dua kegiatan
yang harus dijalankan secara rutin dalam periode waktu tertentu: Rapat
Tinjauan Manajemen. Klausul 5.6.2 berisi tentang 7 agenda yang wajib
dibahas dalam rapat tinjauan manajemen yang pelaksanaannya bisa enam
bulan sekali atau setahun sekali tergantung kebijakan perusahaan.
Klausul 6 – Manajemen Sumberdaya
6.1 – Penyediaan Sumber Daya
6.2 – Sumber Daya Manusia
6.2.1 – Umum
6.2.2 – Kompetensi, Pelatihan dan Kesadaran
6.3 – Infrastruktur
6.4 – Lingkungan Kerja
Klausul 6 secara umum berisi persyaratn yang berkaitan
dengan pekerjaan HRD dan GA yakni seputar kepegawaian dan Sarana dan
Prasarana. Anda diminta untuk menetapkan kompetensi, mengadakan seleksi
dan evaluasi karyawan, mengadakan pelatihan untuk meningkatkan
kompetensi karyawan, serta mengelola sarana dan prasarana organisasi
anda.
Klausul 7 – Realisasi Produk
7.1 – Perencanaan Realisasi Produk
7.2 – Proses Terkait Pelnggan
7.2.1 – Penetapan Persyaratan Yang Berhubungan Dengan Produk
7.2.2 – Tinjauan Persyaratan Yang Berhubungan Dengan Produk
7.2.3 – Komunikasi Pelanggan
7.3 – Desain dan Pengembangan
7.3.1 – Perencanaan Desain dan Pengembangan
7.3.2 – Masukan Desain dan Pengembangan
7.3.3 – Keluaran Desain dan Pengembangan
7.3.4 – Tinjauan Desain dan Pengembangan
7.3.5 – Verifikasi Desain dan Pengembangan
7.3.6 – Validasi Desain dan Pengembangan
7.3.7 – Perubahan Desain dan Pengembangan
7.4 – Pembelian
7.4.1 – Proses Pembelian
7.4.2 – Informasi Pembelian
7.4.3 – Verifikasi Produk Yang Dibeli
7.5 – Produksi dan Penyediaan Jasa
7.5.1 – Pengendalian Proses Produksi dan Penyediaan Jasa
7.5.2 – Validasi Proses Produksi dan Penyediaan Jasa
7.5.3 – Identifikasi dan Mampu Telusur
7.5.4 – Barang Milik Pelanggan
7.5.5 – Penjagaan Produk
7.6 – Pengendalian Alat Pemantauan dan Pengukuran
Klausul 7 berisi beberapa persyaratan ISO yang berkaitan
dengan realisasi produk dan jasa mulai dari kontrak atau kesepakatan
dengan pelanggan sampai produk atau jasa sampai ke tangan pelanggan.
Bila diurutkan, klausul 7 ini mengatur mulai dari tinjauan order,
perencanaan (schedule), pembelian raw material atau jasa pendukung,
pelaksanaan produksi atau pemberian jasa, penyimpanan, pengiriman,
sampai barang / jasa diterima oleh pelanggan.
Klausul 7 ini mengatur beberapa divisi yang lazim ditemukan di suatu
organisasi seperti Marketing, Purchasing, PPIC, Produksi, Gudang, QC,
QA, dll. Sebagai contoh, untuk divisi marketing, Anda diminta untuk
memantau kepuasan pelanggan (dengan cara survey kepuasan pelanggan) dan
menangani keluhan pelanggan; setiap keluhan harus dicatat,
ditindaklanjti, dianalisis dan diberikan solusi perbaikan dan
pencegahannya di masa mendatang.
Sebagaimana dijelaskan pada klausul 1.2, bila ada salah satu sub klausul yang tidak applicable, maka
boleh dikecualikan atau diabaikan. Contohnya, orgnisasi yang bergerak
dibidang penjualan (distributor) tentu hanya menjual produk dari
produsen lain dan tidak melakukan pengembangan produk (Research and
Development), sehingga tidak perlu menerapkan Klausul 7.3 tentang Desain
dan Pengembangan.
Klausul 8 – Pengukuran, Analisis dan Peningkatan
8.1 – Sistem Manajemen Mutu
8.2 – Pemantauan dan Pengukuran
8.2.1 – Kepuasan Pelanggan
8.2.2 – Audit Internal
8.2.3 – Pemantauan dan Pengukuran Proses
8.2.4 – Pemantauan dan Pengukuran Produk
8.3 – Pengendalian Ketidaksesuaian Produk
8.4 – Analisis Data
8.5 – Peningkatan
8.5.1 – Peningkatan berkelanjutan
8.5.2 – Tindakan Koreksi
8.5.3 – Tindakan perbaikan
8.5.4 – Tindakan Pencegahan
Klausul 8 seluruhnya berisi tentang Analisis proses
secara keseluruhan. Klausul ini berisi ketentuan empat dari enam
prosedur wajib yang harus dibuat yaitu: prosedur Audit Internal (8.2.2),
Prosedur Pengendalian Produk / Jasa Tidak Sesuai (8.3), Prosedur
Tindakan Perbaikan (8.5.3) dan Prosedur Tindakan Pencegahan (8.5.4).
Secara umum dapat dinyatakan bahwa Klausul 8 menuntut anda untuk
terus menerus melakukan perbaikan dengan cara; menganalisis demua data
masukkan (survey kepuasan pelanggan, keluhan pelangggan, produk reject,
kesalahan kerja, dll) termasuk melaksanakan kegiatan audit internal
dalam periode waktu tertentu dengan tujuan memastikan kesesuaian antara
penerapan dengan Standar ISO 9001:2008 dan prosedur atau kebijakan yang
telah ditetapkan oleh perusahaan.
sumber
Banyak
kejadian sehari-hari di sekitar Anda yang mungkin tidak Anda mengerti
atau mungkin sudah disalahpahami. Saya mencoba membantu Anda sedikit
memahami apa, kenapa dan bagaimana hal itu bisa terjadi :
1.
Lengah di saat berkendaraan selama 1 detik dalam kecepatan 40 km / jam
itu sama dengan Anda telah menempuk jarak 11 meter tanpa kesadaran.
Bayangkan bila pada saat Anda berkendara jarak antara kendaraan Anda
dengan kendaraan di depan adalah 10 meter, maka kelengahan dalam 1 detik
bisa berakibat Anda menabrak kendaraan di depan Anda. Penyebab
kelengahan tersebut antara lain mengantuk, melamun, bertelepon genggam,
mendengar musik atau makan nasi bungkus sambil berkendara .
Penjelasannya :
40
km / jam setara dengan 40.000 m / 3600 detik setara dengan 11,11 meter /
detik. Jadi setelah satu detik Anda sudah berada pada posisi 11,11
meter dari titik semula.
2.
Upaya menghilangkan rasa pedas atau panas di dalam mulut setelah Anda
makan cabe atau sambal dengan minum air dingin atau es malah akan
menambah rasa pedas lebih tajam. Sebaliknya bila Anda minum air hangat
akan mengurangi rasa pedas tersebut. Tapi bila minum air dingin
bergantian dengan air panas, hal itu akan membingungkan mulut Anda.
Penjelasannya :
Air
dingin hanya memberi efek rasa enak sementara rasa pedas masih ada
apabila rasa dingin hilang, efek pedas akan lebih tajam disebabkan
perbandingan rasa antara dingin air dengan pedasnya atau panasnya cabe
terlalu jauh. Bila Anda minum air hangat, selain perbandingan rasa yang
tidak terlalu jauh, air hangat juga merangsang ujung-ujung syaraf untuk
mengirimkan pesan kesusunan syaraf pusat sampai ke otak dan merangsang
otak untuk memerintahkan tubuh mengeluarkan zat yang bersifat analgetik
atau penghilang rasa sakit secara alami. Sehingga rasa pedas pun
berkurang.
3.
Menggunakan baterai berpasangan secara bercampur antara baterai ½ pakai
dengan baterai baru, akan memperpendek umur baterai baru 2 kali lebih
cepat.
Penjelasannya :
½ bahan kimia yang kehabisan energinya dari baterai ½ pakai akan
menyerap ½ energi listrik kimia dari baterai baru. Sedangkan hasil
penyerapan oleh baterai bekas tadi tidak bisa digunakan karena bahan
kimia di baterai bekas sudah usang.
4.
Mencuci sepatu olah raga Anda akan mempercepat berkurangnya umur sepatu
Anda. Jadi biar lebih awet, sepatu Anda jangan terlalu sering dicuci,
atau jangan dipakai sekalian.
Penjelasannya :
Sifat
lem, yang biasanya digunakan pada sepatu olah raga, adalah apabila
terkena air dan sabun daya lengketnya akan semakin berkurang.
5.
Membiarkan hidup lampu pijar di rumah Anda dalam jangka waktu lama akan
memperpendek umur lampu pijar tersebut sehingga Anda akan boros karena
harus lebih sering membeli lampu. Sedangkan terlalu sering
memati-hidupkan lampu neon (flurescence atau lampu TL) Anda dalam satu
malam, akan menyebabkan pemakaian daya listrik lebih banyak,
dibandingkan apabila Anda membiarkannya hidup terus menerus satu malam.
Apalagi bila lampu neon dijadikan lampu disko, dijamin lebih cepat rusak.
Penjelasannya :
Sifat
lilitan filament (kawat) yang terletak di tengah-tengah lampu pijar
apabila dialiri arus listrik adalah terbakar dan kemudian memancarkan
cahaya (fluorisensi). Semakin lama lampu pijar dinyalakan, suhu filament
yang dibakar lama kelamaan akan terus meningkat. Apabila lampu pijar
menyala terlalu lama dan panas tadi melewati ambang batas kemampuan
filament, maka filament perlahan-lahan akan meleleh dan kemudian putus.
Sedangkanpada
lampu neon bahan utamanya adalah gas neon. Gas yang terbakar akan
berionisasi dan ion-ion yang dihasilkan itulah yang kita lihat
memancarkan cahaya. Sifat gas neon adalah membutuhkan waktu yang lama
dalam proses pembakarannya namun apabila sudah terbakar peningkatan
panas lebih lambat (lampu neon mengeluarkan cahaya lebih dingin
dibanding lampu pijar). Jadi apabila Anda terlalu sering memati-hidupkan
lampu neon, maka setiap kali dihidupkan akan diperlukan daya listrik
lebih banyak untuk membakar gas neon di dalamnya dari pada bila kita
membiarkannya hidup.
6.
Minum es jeruk manis (menggunakan gula) bersama-sama dengan makan bakso
memang enak (apalagi kalau gratis ), tetapi tidak akan membantu
menetralisir lemak pada kuah dan bakso Anda dengan baik, malahan akan
mempercepat proses terjadinya peningkatan timbunan lemak di dalam tubuh.
Penjelasannya :
Sifat
es yang dingin akan membekukan lemak yang kita makan sehingga ikatannya
akan menjadi lebih kuat (sulit untuk diuraikan). Sedangkan gula akan
menambah timbunan lemak, karena sakrosa pada gula di dalam darah akan
diurai menjadi glukosa. Glukosa yang tidak habis terpakai sebagai
energi, hanya akan ditimbun di bawah lapisan daging dan kulit sebagai
lemak. Jadi sebaiknya minum air jeruk dalam keadaan hangat dan tidak
pakai gula.
7.
Tidur ½ jam dengan lelap pada siang hari dapat memberikan kesegaran
kembali setelah bangunnya dengan nilai yang setara dengan tidur 1 jam
dengan lelap pada malam harinya. Tetapi apabila lebih dari ½ jam (1 jam
atau lebih), Anda malah akan merasa kelelahan.
Penjelasan :
Secara
alami berdasarkan jam tubuh kita (kebiasaan kita), metabolisme tubuh
(proses kerja sistem tubuh, termasuk menghasilkan energi) pada siang
hari berlangsung lebih cepat dibandingkan dengan malam hari. Hal ini
disebabkan aktivitas pada siang hari membutuhkan energi lebih banyak di
banding malamnya.
Di dalam tidur terjadi penurunan percepatan
metabolisme tubuh dikarenakan tubuh dalam keadaan beristirahat. Dalam ½
jam pertama kita tidur pada siang hari percepatan penurunan metabolisme
tubuh belum seberapa, sehingga efek segar terasa di saat kita bangun,
bahkan setara dengan 1 jam apabila Anda tidur malam hari. Karena pada
malam hari kecepatan metabolisme tubuh memang dalam keadaan lambat,.
Sedangkan
pada ½ jam pertama kita tidur pada siang hari, kecepatan metabolisme
tubuh masih cepat dan menghasilkan energi lebih banyak dibanding malam
harinya, sehingga kita merasa lebih segar.
Namun apabila kita tidur
sampai 1 jam atau lebih pada siang hari, tubuh akan mengalami percepatan
penurunan metabolisme yang lebih tajam karena tubuh beranggapan bahwa
kita sudah tidak akan beraktivitas lagi. Pada saat kita bangun kita
menjadi merasa sangat lelah. Hal ini disebabkan jumlah energi yang
dihasilkan metabolisme tubuh lebih sedikit karena mengalami penurunan
percepatan, sedangkan kebutuhannya lebih banyak.
Sedangkan bila kita
tidur cukup pada malam harinya, pada saat bangun pada pagi hari kita
akan merasakan tubuh lebih segar disebabkan metabolisme tubuh secara
otomatis berdasar jam tubuh (kebiasaan kita) akan meningkat
percepatannya pada saat matahari mulai terbit.
sumber