Header Ads

Definisi, Manfaat, Fakta Ilmiah, Sejarah Singkat tentang Terapi Bekam

Definisi Bekam
Definisi terapi bekam dapat diartikan sebagai metode pengobatan dengan cara mengeluarkan darah dari dalam tubuh melalui permukaan kulit. Bekam sudah dikenal sejak ribuan tahun sebelum Masehi. Nama lain bekam adalah Hijamah, Canduk, Canthuk, Kop, Mambakan, Cupping Therapeutic Method, Pa Hou Kuan ( Sutomo, 2007 ). Bekam sudah dikenal sejak zaman kerajaan sumeria, kemudian terus berkembang sampai Babilonia, Mesir, Saba, dan Persia. Pada zaman Nabi Muhammad SAW, beliau menggunakan kaca berupa cawan. Pada zaman china kuno mereka menyebut bekam sebagai perawatan tanduk karena tanduk menggantikan kaca. Pada abad ke – 18 orang – orang Eropa menggunakan lintah sebagai alat untuk bekam ( Umar, 2008 ).

Berdasarkan Definisi terapi bekam seperti diuraikan diatas apabila dikaitkan dengan dengan metode Ilmiah khususnya bidang kedokteran , bekam ini masih banyak diragukan apakah dengan melakukan bekam dapat mengobati penyakit yang diderita ? Bagaimana gambaran ilmiahnya bahwa bekam dapat mengatasi suatu penyakit ? Dan beberapa pertanyaan lain mungkin juga ada di benak pembaca. Namun beberapa referensi bekam sudah menyebutkan bahwa bekam secara ilmiah dapat mengatasi masalah atau penyakit pasien (Subiyanto, I dan Mulyati L, 2008 )


Definisi terapi bekam dalam bahasa Arab dikenal dengan istilah hijamah, berarti mengeluarkan / membuang darah. Tapi, dilihat dari prakteknya, bekam merupakan metode pengobatan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui permukaan kulit. Darah kotor adalah darah yang mengandung racun atau darah statis bersifat meyumbat peredaran darah, mengakibatkan sistem peredaran darah dalam tubuh tidak berjalan sebagaimana adanya, sehingga menyebabkan terganggunya kesehatan seseorang, baik secara fisik maupun mental. (Kasmui,2007).


Berdasarkan Definisi terapi bekam bahwa pengobatan hijamah adalah suatu proses membuang darah merah rusak oleh radikal bebas ( toksid / racun ) yang berbahaya dari dalam tubuh melalui bawah permukaan kulit. Toksid / racun adalah endapan racun / zat kimia yang tidak bisa diurai oleh tubuh. Kondisi ini sedikit demi sedikit akan menggangu kesehatan, baik kesehatan fisik maupu mental. Akibtanya akan terasa lesu, murung, resah, linu, pusing, dan senantiasa merasa kurang sehat, cepat bosan, dan mudah naik pitam.
Ditambah lagi dengan angin yang sulit dikeluarkan dari dalam tubuh, akibatnya tubuh akan mudah terkena penyakit, mulai dari penyakit akut seperti influenza samapai dengan penyakit degeneratif semacam stroke, darah tinggi, kanker, kencing manis, bahkan sampai dengan gangguan kejiwaan. Toksid dalam tubuh manusia dapat berasal dari pencemaran udara, makanan siap saji ( fast food ) karena mengandung zat kimia yang tidak baik untuk tubuh seperti pengawet, pewarna, essence, kebiasaan buruk ( bad habit ) seperti merokok, makan tidak teratur / bersih, makan tidak seimbang, terlalu panas atau dingin, terlalu asam, obatan – obatan kimia, karena mempunyai efek merusak organ atau mikroba normal dalam tubuh (Kathur S, dan Aminah Sy, 2006 )


Terdapat banyak faktor yang menyebabkan darah rusak, yaitu :


1. Emosi tidak terkontrol. Kemarahan, ketakutan, kesedihan dan kerisauan menyebabkan pengeluaran hormon adrenalin dan hormon kortisol berlebihan, dapat membahayakan metabolism tubuh.


2. Diet tidak seimbang, kegemukan, sering sembelit, dan pencemaran alam sekitar. Dengan demikian darah rusak harus dikeluarkan. Salah satu caranya adalah dengan berbekam. 


Hijamah / bekam merupakan metode paling unggul dan sangat berkhasiat untuk mengatasi berbagai macam penyakit. Bekam juga merupakan preventif medicine (metode pencegahan) selain juga sangat efektif untuk curative medicine ( metode penyembuhan ). Hijamah bukanlah pengobatan alternative. Namun merupakan pengobatan berdasarkan wahyu ( Sunnah Rasul ), maka bekam mempunyai satu hikmah yang luar biasa dari sisi khasiatnya, dan yang menyembuhkannya tetaplah Allah SWT.

3. Penyakit Sietmik. Pada kondisi orang menderita penyakit berat atau penyakit kronis maka akan terjadi ketidakseimbangan anatara perbaikan fungsi sel dengan kerusakan yang ditimbulkan secara menyeluruh. Misal pada pasien penderita TBC maka tubuhnya akan kurus dan tampak tidak sehat.


4. Terpapar polutan secara terus menerus. Orang yang menghisap asap rorkok, baik akatif maupun pasif, maka akan terjadi kerusakan dinsing sel darah merah, selanjutnya memperpendek umur sel darah merah tersebut dan menurunkan kemampuan mengantar oksigen di pembuluh darah kapiler ( Widada, 2010 )


Setiap orang akan mempunyai pemahaman sendiri tentang alasan berbekam dilihat dari eksistensi Definisi terapi bekam. Namun perlu digaris bawahi bahwa bekam bukan hanya sekedar metode pengobatan alternative saja namun sesuai Definisi terapi bekam bahwa bekam juga merupakan sunah Rasul yang terjamin kebaikan dan kualitasnya bagi penyembuhan suatu penyakit.


Bekam merupakan sunah Nabi Muhammad SAW tetapi banyak umat muslim belum mengetahuinya. Berbekam merupakan pesan para malaikat kepada Nabi Muhammad SAW ketika dimi’rajkan ke langit. Ibnu Qayyim dalam kitab Zaadul ma’ad, yaitu pengobatan sihir dengan berbekam. Ini termasuk salah satu pengobatan. Menurut Ibnul Qayyim, penyembuhan dengan mengeluarkan darah ditempat gangguan sihir. Bahwasanya sihir mempunyai pengaruh dalam tabiat (watak) nya, dan pengaruh membisiki unsure watak. Maka jika pengaruh sihir tersebut nampak pada salah satu anggota badan, dan mungkin dikeluarkan, amat bermanfaat. Abu ‘Ubaid dalam kitab Ghariibilmaads dengan isnad dari Abdurrahman Bin Abi Laila menyebutkan bahwasnaya nabi SAW membekam kepalanya dengan tanduk saat kena sihir.


Beberapa Hadis yang mendukung adalah :
1. Tidaklah aku melewati satu kelompok Malaikat ketika di mi’rajkan ke alngit melainkan mereka mengatakan “ wahai Muhammad, lakukanlah olehmu berbekam” (HR. Ibnu Majah no. 3477, shahih)
2. Nabi Muhammad SAW bersabda : “Sebaik – baik pengobatan yang kalin lakukan adalah hijamah (bekam)” (Muttafaq alaih)
3. Dari Ibnu Umar, r.a : “Tidaklah aku melalui satu dari langit – langit yang ada melainkan para mailakat mengatakan, “Hai Muhammad, perintahkan umatmu untuk berbekam karena sebaik – baik sarana yang kalian pergunakan untuk berobat adalah bekam, al-kist (cendana india) dab syubiz (jintan hitam)”.
4. Kesembuhan itu terdapat pada tiga hal yaitu melakukan bekam, minum madu dan melakukan kay dengan api, tetapi akau melarang umatku melakukan kay” (HR Bukhari).
5. “Sebaik – baik sarana pengobatan yang kalian gunakan adalah bekam” (HR Muslim) (Qoyyim, 1994)
6. “Tidaklah Allah Azza wa Jalla menurunkan satu penyakit, melainkan Allah pula menurunkan obatnya.” (HR Bukhori no 5678 dan Ibnu Majah no 3438 dan 3439).
7. “Setiap penyakit itu ada obatnya, oleh karena itu barangsiapa yang tepat dalam melakukan pengobatan suatu penyakit, maka dengan izin Allah dia akan sembuh”(HR Muslim no 2204)
8. “Jika pada obat yang kalian pergunakan itu terdapat suatu kebaikan, maka itulah Al Hijamah (Bekam).” (HR Abu Dawud no 3857 Dishahihkan oleh Imam Al Albani dalam Silsilah Al Ahaadiits Ash-Shaahiihah no 760)
9. “Sesungguhnya cara pengobatan paling ideal yang kalian pergunakan adalah al hijaamah (bekam).” (HR Bukhori 2280 dan Muslim 2214)
10. Dari Jabir al-Muqni RA, dia bercerita: “Aku tidak akan merasa sehat sehingga berbekam, karena sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: ‘Sesungguhnya pada bekam itu terdapat kesembuhan’.” (Shahih Ibnu Hibban (III/440)).


Manfaat Bekam 
Hasil penelitian modern telah mendapatkan bukti yang menakjubkan para ahli, yaitu bahwa manfaat bekam ternyata hanya mengambil bagian darah rusak saja yaitu sel – sel darah merah yang abnormal, sampah keratin, dan lain – lain, sedangkan sel darah yang masih sehat tetap di dalam tubuh. Beberapa penyakit sudah berhasil diatasi melalui manfaat bekam antara lain : kolestrol LDL tinggi (Majid, 2009), asam urat, diabetes mellitus, gangguan jantung, hipertensi, stroke, kelumpuhan, penurunan fungsi saraf, autis, narkoba, dan lain – lain ( Umar, 2008 ). Bekam juga terbukti meningkatkan regenerasi sel darah merah dan menambah jumlah antioksidan alami dalam tubuh ( Widada, 2010 ).
   Di luar negeri sudah banyak diteliti tentang cara kerja dan manfaat bekam, seperti yang dilakukan oleh Dr. Amir Muhammad Sholih (Dosen Tamu di Universitas Chicago, peraih penghargaan di Amerika bidang pengobatan natural dan anggota Organisasi Pengobatan Alternatif di Amerika). Amir mengemukakan bahwa manfaat bekam dari sisi ilmiah dalam majalah Arab Al – Ahrom edisi 218 – 2001, Menurut Amir, pengobatan dengan bekam telah dipelajari dalam kurikulum kedokteran di Amerika. Pengobatan bekam terbukti bermanfaat karena orang yang melakukan pengobatan bekam dirangsang pada titik saraf tubuh seperti halnya pengobatan akupuntur, tetapi dalam akupuntur dihasilkan hanya perangsangan, sedangkan bekam selain dirangsang juga terjadi pergerakan aliran darah (Naufal, 2008)
 

manfaat bekam juga dibenarkan oleh Dr. Ahmad Abdus Sami, Kepala Divisi Hepatologi Rumah Sakit Angkatan Darat Mesir. Di Majalah Al – Ahrom, menurut Ahmad, unsur besi dalam darah mausia kadarnya berbeda – beda. Bisa berupa unsur panas yang dapat menyebabkan terhambatnya aktifitas sel – sel sehingga mengurangi imunitas terhadap virus. Karenanya pasien dengan kandungan besinya tinggi, reaksi pengobatan lebih lambat dibandingkan pasien kandungan besinya rendah dalam darah,. Risetnya juga membuktikan, pembuangan sebagian darah seperti dalam terapi bekam terbukti mampu memulihkan reaksi pengobatan menjadi lebih cepat sehingga bekam bisa diterapkan sebagai terapi pendamping pegobatan medis. Hasil percobaan pernah dilakukan Amir pada pasien terinfeksi virus hepatitis C dan memiliki kadar besi cukup tinggi dalam darahnya. Setelah pasien diterapi bekam dan diberi obat interferon dan Riboviron memiliki reaksi positif dan kekebalan meningkat. Padahal sebelum dibekam reaksi terhadap obat tersebut hamper tidak berhasil.
   Dalam pengantar buku berjudul Bekam Sunah Nabi dan Mukjizat Medis, Wadda, Amani Umar,memberikan penjelasan berbeda tentang manfaat bekam dan cara kerja bekam. Menurutnya, di bawah kulit dan otot terdapat benayk titik saraf. Titik – titik ini saling berhubungan antara organ tubuh satu dengan lainnya sehingga bekam dilakukan tidak selalu pada bagian tubuh yang sakit namun pada titik simpul saraf terkait. Pembekaman biasanya dilakukan pada permukaan kulit ( kutis ), jaringan bawah kulit ( sub kutis ) , jaringan ini akan rusak. Kerusakan disertai keluarnya darah akibat bekam akan ikut serta keluar beberapa zat berbahaya seperti serotonin, bistamin, bradiknin dan zat – zat berbahaya lainnya. Bekam juga menjadikan mikrosirkulasi pembuluh darah sehingga timbul efek relaksasi pada otot sehingga dapat menurunkan tekanan darah ( Naufal, 2008 )
   Menggambarkan pentingnya manfaat bekam, ulama terkemuka dari Kairo, Syekh Muhammad Yusuf Qardhawi menyatakan, kalau suatu Negara kefakiman ahli bekam, niscaya kebinasaan mengancam, yang berarti pula mereka menyerahkan dirinya kepada kebinasaan. Padahal Tuhan yang menurunkan penyakit, dia juga menurunkan obatnya dan Ia membimbing umat manusia untuk menggunkan obat tersebut. Namun sungguh, sunah yang mulia ini sudah menjadi Sunnah matrukah ( sunah yang ditinggalkan ) oleh kaum muslimin sendiri dan banyak muslimin yang belum mengetahui kalau berbekam merupakan wasiat Malaikat kepada Rasulullah SAW ketika beliau di mi’rajkan ke langit. Demikianlah keutamaan manfaat bekam hingga para malaikat langit pun mewasiatkan agar dikerjakan oleh beliau. Dan Rasulullah SAW pun mengajarkan dan menganjurkan kepada umatnya.
   Berikut pernyataaan beberapa ahli tentang manfaat bekam, diantanaranya :



  • Clark et al, 2000, menyatakan bahwa :

  • ”terdapat perbedaan statistic secara signifikan antara tingkat nyeri, perasaan sehat dan Range of Motions (ROM) Pasien yang mengalami nyeri lutut depan pada arthritis sebelum dan setelah dilakukan bekam.”


  • Jiu, 2007, menyatakan bahwa :

  • ”bekam dapat membantu memulihkan peningkatan kadar keratin kinase serum pada atlit senam yang melakukan latihan berat sehingga terdapat pengaruh yang signifikan pada pencegahan fatique pada atlet senam, pengaruh pada asma bronchitis kronis.”


  • Zhang et al, 2006 menyatakan dalam hasil penelitiannya bahwa:

  • ” pelaksanaan bekam yang digabungkan dengan salep khusus dibuat oleh peneliti, pada pasien asma bronchitis kronis pase tidak kambuh akan meningkatkan respon imun seluler dan humoral pasien.”


  • Widada, 2010 :

  • ”bekam merangsang regerasi sel darah merah sehingga memperbaiki oksigenasi jaringan dan meningkatkan jumlah antioksidan alami.”


  • Widada, 2010 :

  • ”bekam meningkatkan imunitas sel makrofag dan sel T CD8+”


  • Widada, 2010 :

  • ”pengaruh bekam terhadap peningkatan jumlah sel pembunuh alami (Natural Killer Cell) “


  • AQ Yahya – Ad-Dironi, 2008 :

  • hasil pemeriksaan medis dan laboratorium pasca pasien terhadap 300 pasien yang diobati dengan bekam, menunjukkan hasil – hasil sebagai berikut :
    1. Dalam kasus tekanan darah tinggi, tekanan darah turun hingga mencapai batas – batas normal
    2. Dalam kasus tekanan darah rendah, tekanan darah naik hingga mencapai batas – basta normal
    3. Kadar Hemoglobin turun sampai pada batas – batas normal dalam kasus polycythemia (Kadar Hb darah diatas normal, missal 17,5 g/100 mldarah (normal 12-14 g/10ml)
    4. Kadar Hemoglobin naik sampai batas – batas normal dalam kasus penurunan kadar hemoglobin yang ditandai dengan aktivitas tubuh dan perkembangan kemampuannya dalam memproduksi sel darah merah secara normal, selanjutnya meningkatkan aktivitas dan efektivitas transfer oksigen melaluinya
    5. Jumlah sel darah putih meningkat dalam 60% kasus dan masih dalam batas normal
    6. Jumlah enzim liver turun pada gangguan – gangguan liver dalam 76,9% kasus dan hal itu masih dalam batas – batas wajar
    7. Kadar gula darah turun pada para pengidap kencing manis dalam 92,5 %
    8. Jumlah asam urat di darah turun pada 83, 68 % kasus
    9. Kadar kolestrol dalam darah turun dalam 81,9 %
    10. Kadar lemak trigliserida turun dalam 81,9 % kasus
    11. Dan lain – lain yang menunjukan sebuah hasil yang luar biasa dalam hal penyembuhan pasien.
       Kesemua itu merupakan bukti mukjizat besar nabi Muhammad SAW dalam bidang pengobatan, dimana Rasullulah SAW sendiri mengisyaratkan bahwa manfaat bekam yaitu dapat menyembuhkan 72 macam penyakit , seperti:< i>Asam urat, darah tinggi, jantung, kolesterol, masuk angin, migrain, sakit mata, stroke, sakit gigi, vertigo, sinusitis, jerawat, sembelit, wasir, impotensi, wasir, kencing manis, liver, ginjal, pengapuran, kanker, tumor dan lain lain
       Demikian sedikit informasi mengenai manfaat bekam dilihat dari sisi medis dan sunah, semoga bermanfaat.


    Fakta Ilmiah tentang Bekam 
    Darah bekam adalah darah yang dikeluarkan oleh juru bekam dari tubuh.
    Ada beberapa ciri darah bekam ini yang membuat saya tercengang :
    1.Teroksidasinya darah tanpa udara (anaerob).
    2. Terpisahnya plasma dari darah.
    3. Keluarnya plasma saja dari tempat yang dibekam.
    4. Jika kita memasang dua gelas untuk menghisap darah, maka bisa saja darah keluar pada gelas yang satu, tetapi tidak bisa keluar sama sekali pada gelas yang satu lagi, padahal keduanya berdampingan.
    Perbandingan Hasil Pemeriksaan Laboratorium Antara Darah yang Berada dalam Pembuluh Darah dengan Darah yang Keluar Karena Bekam:
    Para dokter dikejutkan oleh pernyataan ilmuwan Damaskus, Muhammad Amîn Syaikhû dalam artikel ilmiahnya yang luar biasa tentang bekam dan rahasia umum tentang mekanisme kesembuhan yang diperoleh dari praktik bekam terletak pada dibersihkannya tubuh dari darah rusak yang menghambat berjalannya fungsi-fungsi dan tugas-tugas tubuh secara sempurna, sehingga tubuh menjadi mangsa empuk bagi berbagai penyakit.
    Untuk mengungkap makna kalimat ini “membersihkan tubuh dari darah rusak”, sebuah tim laboratorium telah meneliti darah yang keluar dari titik-titik bekam (yaitu dari tengkuk) secara laboratoris dan mengkomparasikannya dengan darah pembuluh biasa pada sejumlah besar orang yang telah dibekam berdasarkan prinsip-prinsip bekam yang benar, serta darah tersebut dilihat dari hasil penelitian laboratorium darah terhadap darah bekam.
    Berdasarkan penelitian itu, terlihat hal-hal sebagai berikut :
    1. Bahwa darah bekam mengandung sepersepuluh kadar sel darah putih (lekosit) yang ada di dalam darah biasa. Itu terlihat dalam seluruh kasus yang diteliti, tanpa ada pengecualian. Fakta ini sungguh mencengangkan para dokter!! Sebab, bagaimana darah bisa keluar tanpa disertai keluarnya sel-sel darah putih? Fakta ini menunjukkan bahwa terapi bekam tetap melindungi dan sekaligus menguatkan unsur-unsur sistem kekebalan.
    2. Adapun menyangkut eritrosit (sel darah merah), semua sel darah merah memiliki bentuk yang aneh, artinya sel-sel ter-sebut tidak mampu melakukan aktivitas, di samping juga menghambat sel-sel lain yang masih muda dan aktif.
    Ini menunjukkan bahwa proses bekam membuang sel-sel darah merah yang rusak dan darah yang tidak dibutuhkan lagi, seraya tetap mempertahankan sel-sel darah putih di dalam tubuh. Sedangkan fashd menyebabkan hilangnya komposisi darah yang bermanfaat bersama sel-sel darah merah yang hendak dibersihkan.
    3. Kapasitas ikatan zat besi dalam darah bekam tinggi sekali (550-1.100), satu hal yang menunjukkan bahwa bekam mempertahankan zat besi yang ada di dalam tubuh tidak ikut keluar bersama darah yang dikeluarkan dengan bekam sebagai awal penggunaan zat besi tersebut dalam pemben-tukan sel-sel muda yang baru.
    4. Kandungan sel darah merah maupun sel darah putih dalam darah bekam tinggi sekali. Ini menunjukkan bahwa proses bekam berhasil mengeluarkan semua kotoran, sisa, dan endapan darah sehingga mendorong kembali aktifnya seluruh sistem dan organ tubuh. 


    Sejarah Singkat Bekam 

    Pengobatan secara islami yang berdasarkan sunnah rasul dikenal dengan istilah thibun nabawi. Berbagai macam jenis pengobatan dari rasulullah telah dikenal luas manfaatnya. Hal ini senantiasa dilakukan semata-mata tidak hanya ingin sembuh dari suatu penyakit, namun meneladani rasulullah Muhammad Saw. Sehingga ikhtiar seorang muslim akan diridhai oleh Allah Swt. Salah satu pengobatan cara rasul adalah al-hijamah yang artinya bekam. Berbekam sendiri telah dilakukan oleh orang-orang sebelum Islam datang ke muka bumi. Hal ini dijelaskan oleh Kathur Suhardi dan Aminah Syafa’ah dalam bukunya “Uraian Kode Anatomi Hijamah: Titik-Titik Bekam” bahwa metode bekam telah dikenal luas di kalangan manusia sejak beberapa abad lalu dan telah telah tertulis di sebuah Prasasti Burdi yang didalamnya adalah orang-orang Mesir Kuno. Prasasti ini menunjukkan bahwa metode bekam merupakan pengobatan paling tua yang tercatat dalam sejarah. Metode pengobatan ini juga sudah banyak dikenal oleh orang-orang Yunani Kuno, dan bahkan sejak zaman Hipocrates, sekitar tahun 400 BC.
    Di negara Cina, India, Eropa dan Amerika, metode pengobatan bekam telah populer, sehingga memiliki keistimewaan dari metode yang lain. Metode ini bahkan mendapata kedudukan sendiri dalam berbagai jurnal ilmiah pada pertengahan abad kesembilan belas Masehi.
    Metode ini menitikberatkan pada darah dalam tubuh manusia, karena darah sangat penting dalam proses kesehatan. Hal ini telah terbukti khasiatnya dalam mengobati berbagai macam penyakit. Bangsa Arab pada zaman jahiliyahpun sudah mengenal metode ini, dan pada zaman Rasulullah Saw telah mengakui keberadaannya sehingga menganjurkan umatnya untuk mempraktikannya dalam kehidupan. 

    Terapi Bekam dalam Pandangan Ilmu Kedokteran
    Bekam pada titik sunah dapat menyembuhkan penyakit (dibuktikan dengan radio aktif teknesium perteknetat)
    Bekam berpengaruh pada sistem endokrin lewat sistem perifer langsung ke organ mempengaruhi hormon insulin, adrenalin, corticostropin, oestrogen, progesteron, dan testoteron. Melalui sistem sentral mempengaruhi hipotalamus dan pituatary otak untuk mengeluarkan hormon ACTH, TSH, FSH, dan ADM Meningkatkan sel darah putih (leukosit) yang melindungi tubuh dari penyakit.
    Meningkatkan aktifitas fagostik, Imunoglobin, sel T Helper dan E-rosette yang semuanya adalah sistem pertahanan tubuh.
    Bekam menyebabkam kerusakan kulit yang mengakibatkan pelepasan seretonin, bradikinin, dan slow reacting substance (SRS) disertai pelepasan corticotrophin releasing factor (CRF) dan adenohipofise yang berfungsi menyembuhkan peradangan dan infeksi.
    Terjadi pelepasan zat endomorphin, ACTH sehingga otot menjadi rileks (urat dalam kedokteran disebut otot).
    FAKTA ILMIAH
    Diambil dari 300 penelitian yang dilakukan di Turki, Syiria,Jerman yang dilakukan oleh dokter muslim sbb:
    Pada kasus darah tinggi, tekanan kembali menjadi normal
    Perbaikan irama jantung pada alat rekam jantung
    Penurunan kadar gula darah pada kasus kencing manis
    Peningkatan sel darah putih pada kasus infeksi paru
    Penurunan asam urat
    Hasil Riset Muhammad Amin Syaikhu Ilmuwan Damaskus
    Darah bekam mengandung 1/10 kadar Lekosit yang ada pada darah biasa, hal ini cukup mengejutkan para ilmuwan, bagaimana darah bisa keluar tanpa disertai Lekosit yang banyak? Artinya terapi bekam tetap melindungi dan menguatkan unsur kekebalan
    Bekam membuang sel darah merah yang tidak aktif lagi. Kapasitas ikatan besi yang di dalam darah bekam sangat tinggi (550-1100), sehingga besi yang digunakan untuk pembentukan darah tetap ada dan semakin banyak
    Peningkatan SDP dan SDM yang terjadi pada bekam, artinya toksin yang ada dalam darah dikeluarkan dengan sangat baik sehingga yang didapatkan setelah itu adalah darah yang bersih Penurunan enzim liver pada kasus penyakit liver.

    Titik Bekam 
    Bagi anda yang menginginkan kesehatan tidak ada salahnya untuk mencoba Bekam. Bekam merupakan cara pengobatan yang di anjurkan oleh Nabi Muhammad SAW. Banyak orang yang tidak mengetahui dimana titik-titik bekam. Berikut ini kami sampaikan kembali.
     

    BER-Bekam pada umumnya adalah untuk meringankan gangguan pada organ dan syaraf bila di-bekam pada tempat gangguan, terutama karena gangguan kelebihan darah atau darah kotor atau kedua-duanya. Titik-titik bekam yang disukai Rasulullah SAW, yaitu :
    Bekam atas dua urat leher :
    Mencegah sakit kepala.
    Mencegah sakit di wajah.
    Mencegah sakit gigi.
    Mencegah sakit telinga.
    Mencegah sakit hidung.
    Mencegah sakit kerongkongan.
    Bekam pada tengkuk / kuduk :
    Mencegah tekanan darah pada tengkuk.
    Mengatasi rabun.
    Mengatasi benjolan di mata.
    Mengatasi rasa berat pada alis dan kelopak mata.
    Mengatasi penyakit mata lainnya.
    Mengobati lepra.
    Mengobati berbagai macam penyakit.
    Diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim bahwa : “Rasulullah SAW pernah menggunakan hijamah (bekam) atas tiga bagian tubuh, bagian atas tulang belakang dan atas dua urat leher.”
    Bekam pada pelipis :
    Mengobati sakit kepala.
    Mengobati sakit di wajah.
    Mengobati sakit telinga.
    Mengobati sakit hidung.
    Mengobati sakit kerongkongan.
    Bekam pada pundak :
    Mengobati penyakit di pundak.
    Mengobati sakit di leher.
    Diriwayatkan dalam Shohih Bukhori dan Muslim dari Ibnu Abbas r.a., bahwa Rasulullah SAW pernah melakukan bekam sebanyak 3 kali pada 2 pelipis dan pundaknya.
    Bekam di atas pinggul :
    Menghilangkan pegal-pegal.
    Menghilangkan kelelahan.
    Dalam Sunan Abu Dawud disebutkan dari hadist Jabir bahwa Rasulullah SAW pernah melakukan bekam di bagian atas pinggulnya karena sakit pegal-pegal yang dideritanya.
    Bagian lain tubuh boleh di-bekam sesuai tempat sakitnya selama bukan area yang dilarang di-bekam.
    Haruskah sebulan sekali kita di-bekam ?
    Jika kita ingin terbebas dari gangguan penyakit yang diakibatkan darah kotor atau sebagai tindakan penjagaan dan kewaspadaan kita terhadap penyakit, maka sangat baik bekam dilakukan sebulan sekali.
    Dan agar tubuh kita lebih sehat lagi, maka lebih baik setiap hari kita minum herbal yang berkaitan dengan pembuangan toxin (racun) dari dalam tubuh


    sumber
     

    2 komentar:

    1. Mengapa kami selalu ingin mengujungi blog ini, karena banyak artikel yang menarik seperti ini? salam

      BalasHapus

    Jangan lupa komentarnya ya !!!

    dhensuy. Diberdayakan oleh Blogger.